Tidak Memenuhi Unsur, Gakkumdu Hentikan Kasus Akhyar Nasution

sentralberita|Medan~ sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) resmi menghentikan proses laporan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Calon Walikota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan, Payung Harahap mengatakan, laporan yang dilayangkan Hasan Basri Sinaga terhadap Akhyar Nasution itu tidak memenuhi unsur.

“Secara resmi sudah dihentikan. Surat pemberitahuannya sudah saya tandatangan tadi malam dan ditempel di papan pemberitahuan di Kantor Bawaslu,” kata Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan, Payung Harahap, Sabtu (24/10/2020).

Payung menjelaskan, laporan yang dilayangkan Hasan Basri Sinaga terhadap Akhyar Nasution itu tidak memenuhi unsur,tanpa menjelaskan unsur apa saja yang tidak terpenuhi.

Ketika dikonfirmasi melalui aplikasi Whatsup,terkait unsur apa saja yang tidak terpenuhi,Payung samasekali tidak merespon .

“Laporan yang diberikan tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran pemilihan,” jelasnya.

Dalam laporan yang tergistrasi dengan nomor:01/REG/LP/PW/Kota/02.01/X/2020, Payung menyebut jika Gakkumdu sudah meminta klarifikasi baik dari pelapor maupun terlapor.

“Kedua pihak sudah kita klarifikasi beberapa hari lalu. Hasilnya kami menilai tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilihan,” sebutnya.

Sebelumnya, Calon Walikota Medan dilaporkan seorang warga Medan Marelan, Hasan Basri Sinaga. Hasan menilai, Akhyar telah melakukan pelanggaran pemilihan dengan berkampanye di lingkungan pendidikan bersama anak dibawah umur saat berkunjung di Rumah Tahfidz Anwar Saadah binaan Keluarga Besar Dibawah Pohon Roda (Dipora).

Ia melapor ke Bawaslu Medan berdasarkan postingan di media sosial Facebook. Terkait laporan itu, Akhyar membantah jika dirinya telah melakukan kampanye.(SB/FS)