Sulitnya Adminduk & Masalah Infrastruktur Curhatan Warga ke Aulia Rachman di Pulo Brayan Bengkel

sentralberita|Medan~Warga di lingkungan 4, kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Medan, menyampaikan curahan hati (curhat) mereka kepada Calon Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman, mengenai berbagai persoalan yang dialami masyarakat.

Salah satu curhat yang diungkapkan warga mulai dari sulitnya mengurus berkas administrasi kependudukan seperti ktp, kk, akte dan kelengkapan surat lainnya.

“Pak Aulia, sampai saat ini, kenapa kok payah kali mengurus ktp dan surat-surat itu pak. Kalau bapak dan pak Bobby duduk, tolonglah dipermudah pak,” ucap Rusmiani perwakilan dari ibu-ibu perwiritan Pulo Brayan Bengkel.

Wanita berjilbab itu juga mengeluhkan soal proses pendataan program bantuan sosial dari pemerintah, yang tidak merata dan tepat sasaran.

“Untuk bantuan juga pak. Banyak warga di sini yang susah malah gak dapat bantuan,” tambahnya.

Menurut warga program bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah sangat membantu masyarakat kurang mampu, terlebih di masa pandemi Covid-19.

Selain soal pendataan administrasi kependudukan dan bantuan sosial, masalah yang dikeluhkan para warga adalah mengenai pembenahan infrastruktur.
Jalan yang rusak dan buruknya drainase menjadikan kawasan mereka kerap tergenang air.

“Masalah yang belum tuntas di tempat kami ini, kalo hujan pasti banjir pak Aulia, karena paritnya kecil. Kami mohon diperhatikanlah pak,” ujar pak Rahim salah satu warga.

Menjawab curhat dari warga tersebut, Aulia Rachman bersama Bobby Nasution, bertekad ingin membawa perubahan baru terhadap sistem birokrasi pemerintahan dan pendataan di Kota Medan.

Pasalnya, warga saat ini telah kehilangan kepercayaan terhadap pucuk pimpinan yang ada di daerah, terutama kota Medan.

“Program saya dan Bobby ke depan adalah bersih-bersih birokrasi. Saat ini, warga sudah kehilangan kepercayaan kepada pimpinan karena kurangnya perhatian dari pemerintah kota,” tegas Mantan Ketua Komisi 2 DPRD Medan ini. 

Mantan santri ini menambahkan terkait pendataan terhadap warga, mereka berdua akan melakukan proses pendataan ulang yang terstruktur serta merubah tatanan birokrasi yang bertele-tele.

“Proses pendataan nantinya akan kita lakukan secara terstruktur. Untuk persoalan infrastruktur, itu adalah tanggung jawab setiap pimpinan di daerahnya,” pungkas pendamping mantu Presiden Jokowi ini.

Salah satu program Paslon nomor urut 2 itu, bertekad membangun kota Medan yang berkah dengan sarana dan prasarana yang mendukung terciptanya pelayanan publik, yang prima, adil dan merata.(SB/01)