Perjuangkan Guru Honorer Sejahtera, Pasangan Rosmansyah-Hj.Winda Fitrika Siapkan Dana BOS Daerah

Rosmansyah saat kampanye dialogis di Dusun 2 Desa Kapias Batu 8 Kec.Tanjung Balai (F-ZA)

sentralberita|Kisaran~Untuk meningkatkan kesejahteraan para Guru Honorer di Kabupaten Asahan,Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Asahan️ Rosmansyah-Hj.Winda Fitrika akan melaunching program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah.

“Saya janji guru honorer akan sejahtera kalau saya nanti jadi Bupati Asahan. Guru honorer hanya cukup fokus mengajar, meningkatkan kualitasnya sebagai tenaga pengajar dan kualitas siswanya, tidak perlu bekerja sampingan ke sana kemari, “ujarnya Rosmasyah kepada sentralberita.com disela-sela kegiatan kampanye Dialogis yang dilaksanakan di Dusun II Desa Kapias Batu 8 Kecamatan Tanjung Balai,Rabu (7/10).

Dia menegaskan, sampai saat ini nasib para guru honorer untuk diangkat menjadi PNS belum ada kepastian dari pemerintah. Sebab itu, ungkapnya, pemerintah daerah ke depan harus memiliki konsep yang jelas bagaimana kesejahteraan para guru honorer bisa lebih meningkat.

Pasangan Rosmansyah-Hj.Winda Fitrika foto bersama dengan masyarakat (F-ZA)

Dia menilai, berjalannya proses belajar mengajar di kabupaten Asahan bertumpu kepada guru tenaga honorer. Tanpa mereka, dipastikan proses belajar mengajar di daerah ini tidak akan berjalan.

Dari data Dinas Pendidikan Pemkab Asahan, saat ini lebih dari 5,800 jumlah guru di daerah, sebanyak 2.300 orang lebih atau sebanyak 40 persen tenaga pengajar di daerah ini adalah guru honorer.

Tapi sayangnya, sejauh ini Pemkab Asahan tidak punya konsep yang jelas untuk para guru honorer, karena pemerintah daerah masih bergantung kepada pemerintah pusat.

“Saya tahu betul kondisi mereka, karena sebagai anggota DPRD Asahan, saya berulang kali menerima keluhan para guru honorer yang disampaikan ke DPRD. Dan kita teruskan ke Pemkab, tapi tidak pernah ada solusi,”bebernya.

Rosmansyah menilai, ketergantungan pemkab Asahan cukup besar terhadap mereka, namun tidak sebanding dengan apresiasi yang mereka terima yang diberikan Pemkab Asahan . Padahal jika tidak ada mereka, proses pendidikan di daerah ini bisa tidak berjalan.

Sebab itu menurut mantan Wakil Ketua DPRD Asahan ini sudah saatnya mereka mendapat program prioritas dari pemerintah daerah karena nasib pendidikan di daerah ini bergantung kepada para guru honorer.

“Nanti kita buat regulasi daerahnya. Dalam regulasi daerah itu nanti akan diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi tumpang tindih pendanaan pendidikan dengan program BOS pusat,”jelasnya.(SB/ZA).