Ngobrol Bareng, Anderson King Junior : Harus Amanah, Berani dan Ada Gebrakan

sentralberita|Medan ~ Seperi yang disini semua sudah mencerminkan kota medan yang sangat majemuk, semua perwakilan ada, semua suku ada termasuk etnis tionghoa.

Kalau saya bisa bicara, kalau dulu namun tidak tertarik politik. Pada 2000 saya kuliah di luar negeri. Ada kesan yang tetap saya ingat. Malam-malam kok ada truk sampah keliling Kota Medan.

Jadi maksud saja, jadi kalau jadi pemimpin ada legesi atau warisan walaupun itu kewajiban sebagai pemimpin, ucap dalam ngobrol bareng Bobby Nasution -Aulia Rahman untuk perubahan Medan di Cafe Nongkrong, Kamis (22/10).

Menurutnya, Kota Medan saat itu kok lebih teratur, nyaman. Jadi maksud saya disini, dan kita percaya Bobby-Aulia bisa memimpin makanya perlu ada gebrakan.

Karena saat ini lubang tambah banyak , makin kotor sudah jelas. Masyarakat tak minta banyak-banyak cuma perlu kenyamanan. Saya rasa pilkada harus ada harapan baru dari calon pemimpin ini.

Selama saya ikut politik jangan cuma janji-janji. Kalau kami tak susah-susah,ucapnya. Selain kami butuh perlakuan sama ada kenyamanan kita di kota ini. Sejak pilpres ada jarak diantara kita.

Makanya perlu gebrakan. Masyarakat tionghoa sepertinya dibully. Renovasi rumah sendiri aja ada diganggu. Dan diangap wajar saja. Pemimpin agar memberikan rasa nyaman kepada siapa saja.

Ini medan bung hanya konotasi negatif. Bandel, tidak disiplin, keras. Saya harapkan kedepannya perpaduan yang bagus. Ada anak muda yang idealis. Yang jelas harus ada perubahan.

Bang aulia pun sudah tau karakter kota medan untuk memperbaikinya. Harus amanah, berani dan harus ada gebrakan, Ucapnya.(SB/re)