Bobby Sungkem ke Pejuang, Prestasi Akan Dihargai dan Diperhatikan ke Depan

sentralberita|Medan~Lebih setengah abad Karana tinggal di Kota Medan, tepatnya Jalan AR Hakim Gang Tengah, Medan Area.

Kakek usia 97 tahun ini pun sudah merasakan pasang surut perpolitikan Kota Medan. Namun baru kali ini dia bisa menyapa langsung calon Wali Kota Medan.

Karana tak menyangka bisa bertemu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution, Rabu (7/10/2020).

Saat itu, Bobby sedang dalam perjalanan menuju rumah pak Ucok, tetangga Karana, untuk menyerap aspirasi warga. Melihat Karana, yang terpaku di depan rumahnya penggagas #KolaborasiMedanBerkah inipun menghampiri. Tanpa pikir, Bobby langsung sungkem pada orangtua ini.

“Bagaimana kabarnya opung, sehat?” sapa alumni S-2 Agribisnis IPB ini.

Karana pun menjawab sehat. Dia juga mengaku sebagai pejuang yang pernah membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia sebelum kemerdekaan.

Bobby pun mengapresiasi Karana atas jasanya kepada perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Bersilaturahim dengan warga di Gang Tengah, calon Wali Kota Medan nomor urut 2 ini pun, menyampaikan niatnya untuk mengapresiasi.

Bukan hanya mengapresiasi pejuang, namun mengapresiasi pelajar serta kaula muda berprestasi di Kota Medan.

“Peran pemerintah gak mungkin gak ada untuk yang berprestasi. Bagaimanapun caranya, pemimpin harusnya bisa berkomunikasi dengan pemerintah provinsi dan ke pusat untuk memberikan apresiasi,” ucap Bobby menjawab pertanyaan seorang BMX Prestyle berprestasi, Muhammad Rusdy Zain.

Sebelumnya, Zain mengungkapkan dirinya merupakan salah seorang anak muda sering berprestasi Kota Medan. Dia pernah ikut Pornas di Bandung dengan membawa nama Sumatera Utara (Sumut) berhasil meraih juara 3. Namun, begitu sering berprestasi, dia tidak pernah merasakan perhatian dari pemerintah Kota Medan padanya.

“Padahal kami tidak menginginkan dana, tapi ingin mempunyai fasilitas yang memadai dan digelar event di Medan,” ucap dia.

Kepada Zain dan masyarakat Gang Tengah yang hadir, Bobby pun menyampaikan keinginannya untuk membuat sudut literasi. Dia ingin di tingkat kelurahan, dibuat spot atau titik literasi sesuai dengan minat bakat anak muda.

Terkhusus bagi Zain, Bobby menyampaikan janjinya mengapresiasi. “Bukan pun melalui dana, tapi melalui kertas apresiasi. Diharapkan kertas ini bisa digunakan kemana-mana oleh pemiliknya,” ungkap Bobby.

“Tadi saya lihat ada lapangan di tengah gang ini. Harusnya bisa dimanfaatkan untuk sudut literasi. Ada arena olahraga yang dipengaruhi taman bacaan dan WiFi untuk belajar,” ucap Bobby yang disambut aplaus oleh para emak-emak yang hadir.

Semua rencana, jelas Bobby, bisa di lakukan di Medan, dengan, syarat, warga datang ke TPS pada 9 Desember nanti. “Dan kalau ibu sayang pada saya pilih nomor 2,” pungkasnya.

Selain terkait pendidikan, dalam kegiatan yang diprakarsai relawan Munajat Medan Berkah ini, Bobby juga menyerap keluhan tentang banjir, dan infrastruktur Kota Medan yang belum nyaman bagi warga.(SB/01)