Bobby Nasution: Anggaran Rp 1 Triliun Harusnya Cukup untuk Pendidikan

Bobby : Anggaran Rp 1 Triliun Harusnya Cukup untuk Pendidikan

MEDAN – Calon Wali Kota Medan, nomor urut 2, Muhammad Bobby Afif Nasution mengungkapkan, dalam setahun sekitar Rp 1 triliun dana yang dianggarkan pemerintah Kota Medan untuk pendidikan. Dalam satu periode kepemimpinan atau 5 tahun, harusnya dana yang dialokasikan cukup untuk membangun fisik dan meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Kalau suatu daerah belum ada sekolah, harusnya anggaran Pemko Medan, cukup untuk membangun. Termasuk meningkatkan kesejahteraan guru. Misalnya tahun pertama, anggaran digunakan untuk membangun sekolah, tahun kedua untuk kesejahteraan guru. Insentif juga harus diberikan untuk peningkatan kesejahteraan harus melalui skillnya,” ucap alumni S-2 Agribisnis IPB ini, dalam Forum Silaturahmi Tokoh Pendidikan Medan Deli bersama calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Muhammad Bobby Afif Nasution di Zuu Cafe Mie Aceh Kayu Putih, Mabar, Jumat (2/10/2020).

Dalam diskusi dengan para guru, Bobby mendapatkan banyak masukan terkait masalah pendidikan Kota Medan, terutama kesejahteraan guru.

“Sebagai calon, saya harus membawa visi misi yang akan dilakukan di Kota Medan, terutama di bidang pendidikan. Kita selalu minta masukan kepada praktisi dan akademisi, dan masukan dari guru ini akan menjadi sarana untuk membentuk visi-misi lebih kongkrit saat saya dan bang Aulia Rachman duduk jadi wali kota dan wakil wali kota,” tuturnya.

Di kegiatan yang dihadiri Kepala Sekolah Yayasan Pendidikan Suci Murni, Yayasan Pendidikan Amal Bakti, Yayasan Pendidikan Assuha, Yayasan Pendidikan Bahagia, Yayasan Pendidikan Budi Mulia, Yayasan Pendidikan Bakti II, Yayasan Pendidikan Pelita, Yayasan Pendidikan PAB 18, danYayasan Pendidikan Al-fatah serta dewan guru ini, Bobby menjelaskan dua program yang utamakannya untuk membangun Kota Medan, yaitu pembangunan manusia dan pembangunan fisik. Menurut dia, pembangunan yang berjalan selama ini harus dikoreksi, ada program yang buruk yang harus dibuang dan program baik yang harus tetap dijalankan.

“Program inilah yang sedang dipilah, mana yang baik, mana yang buruk. Berjalan atau tidak dengan anggaran yang dialokasikan Pemko Medan,” terang menantu Presiden Jokowi ini.

Bobby pun kembali menanyakan pengetahuan guru terkait anggaran Kota Medan. Dan rata-rata mengaku tidak mengetahui berapa anggaran yang dialokasikan Pemko.

“Padahal itu landasan kita untuk mengetahui program pemerintah berjalan atau tidak. Untuk diketahui, bahwa anggaran setahun kita sekitar Rp 6 triliun. Dan paling besar di bidang pendidikan, sekitar Rp 1 triliun,” ungkap dia.

Karena itu, imbuh Bobby, saat mau membuat suatu kebijakan, pemimpin harus tahu kekuatan dulu. “Kita harus tahu kekuatan anggaran dan sumber daya manusianya juga, setelah itu kita bisa tahu program yang tepat untuk dicanangkan,” terang Wakil Ketua BPP HIPMI ini.

“Kepada saya bersama bang Aulia Rachman, sekali kami dicoblos, tanggungjawabnya selama 5 tahun. Makanya kurang lebih anggaran Rp 30 triliun yang harus dikelola oleh kami untuk membangun Kota Medan. Terutama dalam pembentukan karakter anak Medan,” lanjutnya.(SB/01)