Bobby Nasution Akan Terapkan Manajemen Lebih Berkualitas di Birokrasi Medan

sentralberita|Medan ~ Kepercayaan Veteran 45 Kota Medan kepada calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Muhammad Bobby Afif Nasution terbilang tinggi. Belum sampai 10 menit Bobby duduk dalam pertemuan dengan veteran, satu tugas penting sudah dipercayakan kepadanya.

Veteran yang mengaku cukup teraniaya di Kota Medan, ingin Bobby membantu menyelesaikan masalah pertanahan mereka.

“Tanah seluas 11,4 hektare, cuma dibeli Rp 2 miliar, sedangkan harga tanah Rp 400 miliar. Kami mohon, sangat tolong, sampaikan ke pak Jokowi. Kami sekarang berjuang merdeka atau mati.

Sekarang kita teraniaya, supaya surat ini disampaikan ke pak Jokowi,” ucap Ketua DAC (Dewan Harian Cabang) Angkatan 45 Medan, Usman Permadi sambal menyerahkan surat kepada Bobby Nasution dalam pertemuan di Kantor DAC Angkatan 45 Medan, Jalan Tilak No 68 Medan, Sabtu (3/10/2020).

Permintaan para veteran ini disambut baik Bobby dengan ucapan, “Insha Allah.” Kata alumni S-2 Agribisnis IPB ini, tugas yang diberikan akan disampaikannya ke pusat.

“Begitu juga saat memperjuangkan Kota Medan. Harusnya pemimpin bisa membantu Kota Medan di tingkat pusat. Dan saya harus bisa,” ucapnya disambut aplaus para veteran yang hadir.

Dalam silaturahmi sekaligus deklarasi Relawan Baret 45 mendukung pasangan Bobby Nasution – H. Aulia Rachman ini, Ketua Leguin Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Medan, Letkol (Purn) Sumbat Sembiring menyatakan seluruh veteran di 21 kecamatan di Kota Medan, siap mendukung Bobby-Aulia agar bisa maju ke puncaknya.

“Tidak tanggung-tanggung, sampai anak cucu kami siap mendukung untuk mensukseskan Bobby jadi Wali Kota Medan,” ungkapnya.

Pernyataan serupa juga diungkap Ketua Persatuan Isteri Veteran Kota Medan Ny Rahel Tarigan. Dia bahkan menyatakan siap menggerakan keluarga besar Karo Kota Medan untuk memenangkan Bobby-Aulia.

Dalam kesempatan ini, Bobby mengungkapkan untuk menjadi wali kota, khususnya Kota Medan. Dengan kondisi Kota Medan saat ini, butuh seorang pemimpin yang tidak hanya memiliki pengalaman politik birokrasi, tapi butuh pemimpin yang memiliki pengalaman manajemen dan leadership.

Khusus di Kota Medan, sambungnya, saat diceritakan pengalaman perjuangan 45, pasti anak muda senang dengan ceritanya, karena membakar semangat. “Tapi kalau bicara pengalaman politik dan birokrasi Kota Medan, matanya hijau semua.

Karena pasti ngomongin uang semua. Makanya pengalaman seperti ini yang harus kita patahkan, kita gantikan dengan pengalaman manajemen yang baik,” terangnya.

“Kami anak – anak muda akan bawa solusi dan perubahan, coblos nomor urut 2, untuk Kota Medan yang berkah, sejahtera, dan kondusif,” pungkasnya. (SB/01)