Bobby Nasution Ajak Kaum Muda Melek Politik: Mari Kolaborasi Benahi Medan

sentralberita|Medan~Perkembangan teknologi berjalan dengan sangat pesat, termasuk teknologi penyebaran informasi. Sebagai sarana teknologi informasi, handphone sebaiknya digunakan kaum muda untuk mencari informasi edukatif, salah satunya tentang politik.

Pernyataan ini diungkap calon Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution dalam pertemuan dengan relawan Sahabat Bang Bobby (SBB) di Jalan Berlian Sari, Kedai Durian, Medan Johor, Jumat (9/10/2020).

“Anak muda juga harus melek politik, kita harus terlibat dalam politik. Agar kita dapat ruang apresiasi,” ucapnya.

Jika anak muda tidak ikut politik, sambungnya, peluang-peluang kehancuran Kota Medan akan semakin besar. “Apalagi, kita tahu tiga pemimpin Medan sebelumnya yang sudah terpilih, tidak lulus semua. Mungkin itu bukan salah mereka, salah dalam sistem birokrasi yang harus diubah. Cara mengubahnya, ikut serta dalam Pilkada 9 Desember nanti,” kata alumni S-2 Agrobisnis IPB ini.

Kaum Muda, sambung Bobby, tidak boleh apatis. Momentum pesta rakyat ini harus dimanfaatkan kaum muda untuk menentukan pemimpin pembawa perubahan bagi kotanya. Kaum muda tidak boleh bersikap apatis sebab suara atau hak pilih dirinya menentukan nasib banyak orang.

“Ini saya ungkap karena kita belajar dari comment-comment Instagram dan facebook, kalau sudah anak muda fotonya, setiap ada postingan tentang politik, tidak mau tahu. Makanya kaum muda harus melek,harus mau terlibat dalam politik sehingga bisa membangun peradaban Kota Medan,” jelasnya didampingi Korcam SBB Medan Johor, Jhoni Harun dan pemuka agama, Sun Li.

Di kesempatan ini, seorang milenial, Rozi Pratama menyampaikan permasalahan-permasalahan yang kerap terjadi di kawasan Titi Kuning kepada Bobby. Dikatakannya, akibat pembangunan pabrik Lingkungan 14, beberapa komplek yang drainase tidak baik, sehingga rawan banjir. Dia juga menyampaikan tentang maraknya geng motor dan masalah penerangan jalan.

Menjawab keluhan tersebut, Bobby Nasution mengatakan bahwa sebenarnya proses pembangunan yang dilakukan di suatu daerah cukup panjang dan membutuhkan sosok dengan kepemimpinan yang kuat.

“Jika pembangunan ini berefek ke masyarakat, pemimpin harus berani menegur dan mencarikan solusi. Pemimpin juga harus bersinergi, berkolaborasi untuk membangun dan membenahi Kota Medan. Harus bergotong royong, berkolaborasi menuju Medan Berkah,” pungkasnya.(SB/01)