Belum Banyak Melek Politik, Partisipasi Rendah Walau 51% Pemilih Milenial, Diperlukan Ruang Kreasi

sentralberita|Medan~Calon Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution menuturkan, merangkul milenial untuk politik cukup sulit. Bahkan, banyak milenial yang tak sungkan memberi, komentar golput dan ‘ogah’ di media sosial.

“Makanya kepada milenial bukan sosialisasi apa yang akan dikerjakan di Kota Medan yang dijelaskan, tapi sosialisasi apa fungsinya saat milenial datang ke TPS untuk menggunakan hak suaranya,” ucap Bobby Deklarasi Relawan All Real Bobby-Aulia di kantor Media Delegasi Jalan Sei Batang Gadis, Medan Petisah, Rabu (14/10/2020).

Menurut Bobby, tingkat partisipasi milenial sangat rendah. Padahal di Medan, 51% pemilih merupakan milenial, tapi belum banyak yang melek politik. “Oleh karena itu ke depannya, konten-konten politik di media sosial, bisa dibuat lebih kreatif lagi,” jelas Bobby.

Tidak selalu mengangkat isu politik, lanjutnya, tapi mengangkat peran pemerintah dalam memberikan ruang kreasi bagi kaum milenial. “Kalau impiannya membuat internet se-kota Medan gratis, itu yang bisa melakukannya kepala daerah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua Relawan All Real Bobby-Aulia (ARBA), Mandalasah Turnip menjelaskan relawan ARBA akan menyasar ke akar rumput untuk meraih suara milenial. Karena kebutuhan saat ini belum ada calon yang memikirkan dna menyerap aspirasi kaum milenial.

“Kami bersama relawan, berharap Bobby menjadi wali kota dapat menyerap aspirasi kaum milenial untuk kemajuan Medan,” tandasnya.

Usai pertemuan dengan relawan, Bobby Nasution mengikuti podcast tentang ‘Visi-misi Membangun Medan’ bersama Media Delegasi. Dipandu Maria Napitupulu sebagai host podcast yang mengajak calon Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution bercerita tentang kegiatan seharian dan masa kecilnya.

Lahir di Medan, 5 Juli 1991, anak bungsu dari pasangan (alm) Erwin Nasution dan Ade Hanifah Siregar ini, mengaku masa kecil saat di bangku Sekolah Dasar dihabiskan di kota Pontianak, Kalimantan Barat. Bersama kedua kakaknya mereka mengenyam pendidikan di SD Muhammadiyah 02 Pontianak.

Memasuki pendidikan tingkat menengah, Bobby pindah ke Bandar Lampung dan bersekolah di SMP Lampung. Masih di kota yang sama ia melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 09 Lampung. Seringnya Bobby dan keluarga berpindah kota memang hal yang biasa mengingat panggilan tugas sang ayah dulu.

“Bahkan saat akan lulus SMA, saya sempat tinggal di rumah teman karena keluarga pindah lagi,” ungkapnya

Bobby pun menceritakan masa kuliahnya, termasuk saat S-2 di IPB dan berjumpa dengan istrinya saat ini, satu-satunya putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu.(SB/01)