Aktivis Harap Bobby Nasution Bisa Buat Terobosan Besar Tanggulangi Kasus Narkoba

sentralberita|Medan~Aktivis narkoba Kota Medan harapkan perhatian khusus Bobby Nasution dalam penanganan narkotika di Kota Medan. Mereka meminta calon Wali Kota Medan ini, bisa membuat suatu terobosan agar penanggulangan kasus bisa lebih sinergis.

Harapan ini diungkap dalam audiensi pengurus Panti Rehabilitasi Narkoba Medan Plus, Bukit Doa, Yayasan Mitra Masyarakat Sehat, Yayasan Mari Indonesia Bersinar, LRPPN dan Rumah Umi dengan Bobby Nasution dan tim di Media Center Tim Pemenangan Jalan Cik Di Tiro Medan, Jumat (31/10/2020) malam.

Seorang perwakilan dari Medan Plus, Eban Totonta Kaban menuturkan kedatangan pengurus panti relabilitasi menemui Bobby Nasution, berharap apabila Bobby Nasution terpilih, memberikan perhatian khusus kepada persoalan narkotika.

Dimana persoalan narkoba yang ada di Kota Medan ini sudah terlalu parah. Beberapa kawasan sudah menunjukkan peningkatan kasus yang cukup signifikan, dan secara umum menunjukkan Kota Medan menjadi kota yang sangat tidak aman buat warganya.

“Karena narkoba itu tidak ada yang gratis, membeli juga tidak murah. Untuk mendapatkannya dilakukan dengan sedemikian cara, termasuk dengan melakukan tindakan kriminal,” jelasnya.

Mengacu kepada data Litbang BNN 2019, sambung Eban, Sumatera Utara (Sumut) peringkat 1 kasus narkoba. Sebanyak 6,7% dari total populasi terpapar narkoba, dan Kota Medan adalah ibukota provinsi Sumut dengan jumlah pengguna terbesar.

“Dimana beberapa kasus menunjukkan angka keparahan kecanduan yang tinggi. Jadi bukan hanya coba pakai, tapi sudah teratur dan rutin dengan dosis cukup tinggi, ini yang rawan sekali melakukan tindakan-tindakan kriminal,” ungkapnya.

Bersama-sama dengan pengurus panti lainnya, imbuh Eban, mereka tidak ingin situasi ini berlanjut terus, penanganan masalah ini harus tepat. Untuk yang terlanjut kena, bagaimana dia tidak dijadikan komuditas oleh beberapa oknum hukum bahkan rehabilitasi. “Pastikan rehabilitasi dilakukan dengan terukur dan bertanggungjawab, sehingga jumlah kasus penyalahgunaan bisa ditekan sedemikian rupa,” terang dia.

Masukan-masukan yang disampaikan para pengurus panti rehabilitasi disambut baik Bobby Nasution. Menurutnya, program-program yang telah dibuatnya bersama H. Aulia Rachman dan tim sudah dirancang sejak lama, termasuk pencegahan narkoba.

“Memang penanganan detail tentang pecandu narkoba tidak dibuat secara khusus, selama ini yang kita bicarakan adalah bagaimana pencegahan-pencegahannya saja.

Hari ini kita diberi masukan, ke penanganan setelah menjadi pengguna narkoba. Kalau boleh kita diberi masukan ke depannya apa yang harus dilakukan,” harap penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini didampingi juru bicaranya, Ikhrimah Hamidy.

Bagi yang belum terpapar, lanjut Bobby, akan dilakukan pemberdayaan masyarakat dengan peningkatan pengetahuan, membuat sentra-sentra kegiatan, menambah jumlah-jumlah kegiatan positif di masyarakat. Sehingga warga bisa berkreativitas dengan baik.

“Dibuka lapangan-lapangan pekerjaan, dipermudah membuka lapangan usaha baru serta menambahkan kegiatan positif ditengah masyarakat. Supaya yang belum kena, jangan kena,”pungkasnya. (SB/01)