Verifikasi Stadion Teladan, 80 Persen Rampung untuk Liga 2

sentralberita|Medan~PT Liga Indonesia baru (LIB) selaku operator resmi kompetisi Liga Indonesia musim 2020, telah memverifikasi Stadion yang bakal dijadikan lokasi pertandingan untuk masing – masing grup, di babak penyisihan liga 2.

Termasuk Stadion Teladan Medan, yang bakal dijadikan lokasi pertandingan bagi enam tim yang tergabung di grup D, termasuk PSMS sebagai tuan rumah.

Untuk memastikan kelayakan Stadion yang dipakai untuk PON 1953 itu, PT LIB menurunkan tim verifikasi. Usai tiba di Medan pada rabu (2/9) siang, tim verifikasi PT LIB yang dikomandoi Somad langsung meninjau kondisi dalam Stadion.
Pada verifikasi tahun ini dikatakan Somad prinsipnya tidak berbeda dari sebelumnya.

Tetapi karena kompetisi berlangsung di tengah pandemik Covid -19 mengharuskan adanya kriteria khusus yang menjadi fokus PT LIB. Salah satunya adalah protokol kesehatan Covid -19 harus diterapkan di lokasi Stadion.

Selain menyediakan kelengkapan kebersihan, Somad berharap fasilitas Stadion juga lebih mengutamakan kebersihan.

“Karena kondisi covid 19 ini, maka protokol kesehatan lebih diutamakan. Kebersihan sangat dominan dan prioritas utama. Teman media juga mendukung itu apa yang diselenggarakan PSMS untuk pertandingan kompetisi.

Jadi, selalu kebersihan yang selalu saya fokuskan supaya tidak ada menjadi sebuah alasan karena gak bersih pemain jadi terkena bakteri atau apa yang keberadaannya ktia gak tahu,” ucap Somad.

Pengecekan dimulai dari ruang ganti pemain yang dijadikan rest room bagi tim peserta. Kemudian ruang toilet, dan fasilitas pendukung lainnya termasuk kondisi kursi VIP Stadion.

Somad menilai secara keseluruhan fasilitas yagn ada di Stadion berkapasitas 20 ribu penonton itu sudah siap menjadi lokasi pertandingan. Hanya tinggal merampungkan sejumlah fasilitas yang masih dalam proses perbaikan.

Untuk fasilitas saja, Somad menilai 80 persen rampung.
“Khusus ruang ganti dari hasil pengecekan awal memang ada sedikit perlu perbaikan, dan sudah ada progres. Sudah diketahui masalahnya.

Tinggal kapan akan selesai dilaksanakan. Fasilitas sebenarnya hampir 80 persen hanya sedikit saja. Sebenarnya itu tidak menjadi prinsip masalah bagi PSMS. Saya rasa dalam satu dua minggu ke depan itu bisa diakomodir pengerjaannya,” kata Somad.

Kemudian untuk kondisi garis lapangan juga perlu perbaikan karena setelah dilakukan pengecekan, ukuran garis lapangan tidak pas dari standart pertandingan. “Garis (lapangan) mungkin ada kekeliruan dari teman – teman sudah lama tidak ada pertandingan.

Mungkin di garis tambang gak sesuai dengan ukuran. Untung belum kompetisi. Harapannya saat kompetisi tidak ada masalah,” harapnya.

namun, Somad menilai ada progres perbaikan dari sisi lapangan pertandingan dibanding kala PSMS melakoni laga terakhir melawan Babel United pada kompetisi musim 2019. Somad pun berharap kondisi rumput Stadion Teladan berkualitas baik agar pemain dan tim merasa puas dengan pertandingan yang berkualitas.

“Dari sisi lapangan, terakhir pertandingan lawan Babel disini saya lihat kondisi tidak maksimal, tapi kali ini ada peningkatan dari sisi lapangan pertandingan.

Ini sangat baik tidak hanya buat PSMS tapi pemain, pelatih dan tim tamu sendiri. Kecederungan untuk rumput baik dan premium keinginan dari kompetisi itu sendiri. T

ermasuk pengambilan gambar bagi media. Ini juga menyangkut faktor cidera pemain,” cetus Somad.
“harapannya terus di jaga, menjaga lebih sulit daripada membuat. Apa yang ada di sini harapan saya dengan ada 15 pertandingan di grup D nanti, rumput di sini bisa maksimal dalam menjaga kualitas pertandingan sendiri.

Harapannya lampu menyala semua dan layak buat pertandingan,” tambah Somad.

Sementara Sekretaris PSMS Julius Raja mengapresiasi pihak PT LIB yang telah memberikan masukan kepada pihak panpel dan tuan rumah agar

Stadion teladan layak dijadikan lokasi pertandingan.  Semua yang menjadi masukan dan evaluasi pihak PT LIB, akan dijadikan acuan bagi panpel segera melakukan perbaikan untuk sejumlah fasilitas maupun lapangan yang sesuai standar kompetisi.

“ Kami punya patron mana yang harus diperbaiki. Seperti contoh garis, satu centimeter saja meleset harus dibenarkan. Semua ruangan sudah bagus, tinggal kebersihan. Kemudian ruang pengganti sebelah, ditambah white boat dan kursinya. bangku pemain cadangan juga disilang. Mana kursi yang ditambah untuk protokol kesehatan.

Termasuk rumput sudah dibenahi. Kursi VIP nanti juga diperbaiki,” jelas Julius.

Julius pun mengklaim jika secara keseluruhan Stadion kebanggaan masyarakat Medan ini sudah layak untuk menyajikan laga penyisihan grup D. Pria yang akrab disapa ‘King’ ini mengaku kondisi teladan yang sudah berusia lebih dari 67 tahun itu juga memerlukan peremajaan dan perbaikan fasilitas pendukung.

“Secara prinsip kita tidak ada masalah. Presentasenya di atas 60 hingga 70 persen. Jadi, stadion ini seperti bidadari perlu dibedak, sehingga aset pemko Medan ini tetap dijaga,” kata King.

Sebelumnya, PSMS Medan terpilih sebagai tuan rumah babak penyisihan grup D liga 2 Indonesia, dari hasil undian yang dilakukan PT LIB pada Rabu (19/8/2020) lalu.

Usai terpilih, PSMS memastikan Stadion Teladan menjadi lokasi pertandingan. Rencananya, Stadion Teladan akan menyajikan 15 laga selama babak penyisihan grup D yang dimulai 17 Oktober mendatang.

Namun, karena Covid -19, kompetisi yang menggunakan sistem home turnamen ini, tidak menghadirkan penonton dalam setiap laganya, demi menghindari penyebaran Covid -19.(SB/01)