Tampung Aspirasi Warga Jalan Flamboyan, Bobby Paparkan Program Sudut Literasi & Kreasi untuk Berantas Narkoba

sentralberita|Medan~Kehadiran Muhammad Bobby Afif Nasution di Medan Tuntungan, Rabu (23/9/2020), disambut hangat warga. Banyak aspirasi yang disampaikan kepada calon Wali Kota Medan ini.

Bersilaturahmi di kediaman ibu Shinta di Jalan Flamboyan Raya Gg. Kemuning No10, Tj. Selamat, pria yang akrab disapa Bobby Nasution ini, hadir dengan tampilan casual memakai t-shirt dipadu jins.

Beberapa pertanyaan yang disampaikan warga kepada Bobby Nasution, diantaranya langkah apa yang akan dilakukannya dalam memberantas pengguna narkoba, kemacetan serta banjir. Seperti Rehulina br Ginting, yang menanyakan langkah Bobby memberantas narkoba.

“Selain program perbaikan infrastruktur, saya mewakili ibu-ibu disini bertanya, bagaimana dan langkah apa yang akan dilakukan bang Bobby untuk memberantas narkoba. Terkait bantuan-bantuan di pandemi Covid-19 ini, harapannya Bobby bisa membuatnya lebih merata,” ungkapnya.

Mewakili masyarakat lingkungan III, Hasanuddin menanyakan solusi masalah banjir. Menjawab pertanyaan warga terkait masalah bantuan, Bobby mengaku sudah pernah berkonsultasi dengan senior di legeslatif, bahwa bantuan pandemi Covid-19 masih akan ada sampai tahun 2021.

“Makanya yang perlu diketahui, bagaimana langkah kepling membagikannya. Selain itu, juga benar-benar memantau pendataan, mulai dari kepling, lurah, camat hingga kepala dinas dan wali kota. Kalau betul kita (Bobby Nasution dan H Aulia Rachman) duduk, mudah-mudahan kita betulkan masalah pendataan sehingga merata bantuan.

Kemudian untuk masalah narkoba yang cukup meresahkan, langkahnya semua masyarakat bersama pemerintah dan swasta harus bersama-sama bergandengan tangan untuk memberantasnya.

“Peran pemerintah kota dalam hal ini, harus fokus dan konsisten menentukan langkah pencegahan. Karena pencegahan narkoba dapat dilakukan kalau aktivitas kaula muda lebih positif,” tuturnya.

Cara membuat kegiatan positif ini, sambung Bobby, adalah dengan membuay ruang ekspresi diri bagi kaula muda. Selama ini, terang pengagas #KolaborasiMedanBerkah ini, tidak ada ruang-ruang positif yang tercipta bagi pemuda. Sehingga tidak ada tempat untuk mengekspresikan diri.

“Kalau kita bisa membuka ruang literasi dan ekspresi hingga ke tingkat kelurahan dan lingkungan, itu akan menekan tingkat penggunaan narkoba. Karena di sudut literasi itu banyak kegiatan-kegiatan positif yang bisa dilakukan anak muda,” beber alumni S-2 Agribisnis IPB ini.

Salah satu contohnya, membuat ruang untuk berolahraga atau games. Dengan ruang yang tersedia, dan dilatih terus anak-anak akan berprestasi. Dengan adanya sudut literasi ini, ungkap Bobby, akan bisa diketahui minat anak-anak.

“Jika sudut literasi sepi, maka minat anak mudanya bukan ke arah situ, makanya dibuat sudut literasi dan ekspresi sesuai bidang yang digemari anak-anak muda di kawasan ini,” jelasnya.

Jika dibuat pun ternyata sudut ekspresi dan literasi tetap sepi, lanjutnya, maka akan dilakukan penelusuran, jika benar anak muda banyak yang terlibat narkoba, maka harus meminta bantuan kepolisian untuk menindak. “Jadi kita akan berkolaborasi dengan penegak-penegak hukum untuk mendeteksi dan menemukan masalah narkoba ini lebih luas lagi,” terangnya.

Untuk masalah banjir yang ditanyakan Hasanuddin, Bobby menuturkan sudah mengidentifikasi bahwa penyebab banjir di Kota Medan berbeda-beda di beberapa kawasan.

Untuk wilayah Medan Utara yakni banjir rob, kemudian banjir yanh disebabkan paritnya yang tidak bisa menampung air. “Untuk program penanggulangan banjir ini, saya rasa program-program yang telah ada cukup bagus. Tinggal lagi bagaimana keteguhan hati seorang pemimpin untuk melakukan perubahan lebih baik,” pungkasnya. (SB/01)