Merasa Berkewajiban Memenangkan Bapaslon Diusung Partainya, Edi Saputra Siap Bekerja Keras dan Cerdas

sentralberita|Medan~Partai Amanat Nasional (PAN) bersama partai lainnya telah mengusung Pasangan Bakal Calon (Bapaslon) Bobby Nasution-Aulia Rachman dalam Pilkada walikota dan wakil walikota kota Medan tahun 2020 ini.

Sebagai partai pengusung, sudah barang tentu berkewajiban memenangkan calon yang diusung.DPRD dari partai yang bersangkutan merupakan kekuatan untuk kembali ke konstiuennya mengkampanyekan calon yang diusung.

Anggota DPRD Medan dari Fraksi PAN DPRD Medan, Edi Saputra, ST ketika dimintai tanggapannya, seputar upaya yang dilakukan untuk memenangkan Bobby Nasution-Aulia Rachman sebagai Bapaslon yang diusung partainya, Senin (14/9/2020) di ruang kerjanya DPRD Medan, mengaku siap bekerja keras dan cerdas baik secara institusi partai maupun secara pribadi sebagai anggota DPRD Medan di Fraksi PAN DPRD Medan.

“Bagi saya itu sudah merupakan kewajiban untuk memenangkan calon yang diusung, terlepas siapapun calonnya, lebih-lebih calon yang kita usung ini punya kelebihan dan kemampuan yang cukup untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik di kota Medan,kota yang kita cintai ini,”ujar sekretaris Fraksi PAN DPRD Medan ini.

Sebagai Alumni aktifis di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Pemuda Muhammadiyah kota medan, Edi Saputra, ST menilai pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman cukup ideal dengan latar belakang masing-masing.

Bobby sebagai sosok pengusaha muda yang cukup energik.

Kota Medan sangat membutuhkan pemimpin muda dan energik untuk mengejar ketertinggalannya.”Karena itu, Sudah saatnya Generasi Muda punya peran membangun Kota Medan yang kita cintai ini,”ujarnya.

Menurut Edi, percepatan pembangunan di suatu daerah tak terlepas dari bantuan pusat.

Dengan kepiawaiannya sebagai Pengusaha dan Melalui kedekatan Bobby dengan pemerintah pusat akan berpengaruh terhadap percepatan pembangunan di kota Medan.

Untuk penanggulangan kemiskinan misalnya sebagaimana tertuang dalam Perda kota Medan nomor 5 tahun tahun 2015 bahwa pembiayaan penanggulangan kemiskinan itu bersumber dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

Menurut Sekretaris KNPI Medan ini, perbaikan birokrasi menjadi prioritas Bobby. Memang Reformasi birokrasi sungguh sangat penting. Karena sangat berpengaruh terhadap nasib kesejahteraan warga kota Medan.

“Terlebih di tengah era globalisasi semuanya menuntut pelayanan yang lebih inovatif di seluruh bidang kehidupan,”ujar Edi yang keseharian timnya mengurusi Adminduk berupa KTP, Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran di Rumah Peduli Mandala yang dibagikan secara gratis ke konstituennya.

Sambil menyebut Bobby telah pernah bersilaturahmi dengan Muhammadiyah termasuk Angkatan Mudanya dan tertarik dengan konsep Kolaborasi dalam kepemimpinan Bobby kelak di Kota Medan, berharap pertengkaran gara-gara Pilkada jangan terjadi.

“Saya misalnya mendukung Bobby, biarpun mana tahu ada konstituan yang berbeda itu adalah hak mereka, tapi kebersamaan yang terjalin selama ini jangan pula cepat berlalu,”ujarnya berharap.

Bobby diyakini anggota DPRD Medan yang saat ini di Komisi I DPRD Medan, palayanan untuk segala urusan masyarakat akan lebih baik, karena Bobby akan melakukan reformasi birokasi, tentulah antara DPRD dengan pemerintahan akan selalu bersinergi dalam upaya mensejahterakan masyarakatnya.

“Mudah-mudahan dengan terpilihnya kelak Bobby Nasution menjadi Walikota Medan dan Aulia Rachman wakilnya, anggaran Pemko Medan akan bertambah, sehingga apa yang menjadi programnya nantinya dapat tersahuti.

Bapaslon ini akan membangun Islamic Center termasuk mengatasi banjir dan lainnya bisa menjadi kenyataan,”ujar ketua Forum Keluarga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Medan ini mengakhiri.(SB/01)