Jokowi Akan Pidato di PBB Jelang Pengumuman Peraih Nobel Ekonomi

sentralberita|Medan~Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo akan berpidato pada Sidang Umum PBB ke-75, sebelum pengumuman pemenang hadiah nobel ekonomi tahun 2020 oleh Komite Nobel, di Oslo, Norwegia.

Demikian disampaikan oleh Ketua Komite Pengusul Nobel Ekonomi Untuk Jokowi (KPNEJ)/ The Commitee Propose of Nobel Economy for Jokowi (CPNEJ), Yonge Sihombing kepada awak media saat Konferensi Pers di Kantor Sekretariat KPNEJ Jl. Sei Asahan No. 80 Medan, Senin, 21 September 2020

Dari berita yang dilansir oleh CNBC Indonesia, 18 September 2020 pukul 11.30 WIB Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa Presiden Jokowi diperkirakan akan menyampaikan pidato perdananya pada Sidang Umum PBB tanggal 23 September 2020, pukul 07.30 pagi.

“Ini merupakan pidato perdana (pertama) Presiden Jokowi di hadapan peserta Sidang Umum PBB, sejak Jokowi menjabat sebagai Presiden RI”, kata Yonge didampingi Murniati Tobing, Amistan Purba, dan Hamonangan Manurung.

Setelah Presiden Jokowi menyampaikan pidato, lanjut Yonge maka Komite Nobel di Norwegia (Nobel Prize Norwegia), akan mengumumkan nama pemenang hadiah nobel ekonomi tahun 2020, direncanakan akan diumumkan pada tanggal 12 Oktober 2020 Pukul 11.45, dikutip dari situs nobelprize.org.

Yonge mengatakan pidato Jokowi di Sidang Umum PBB akan membangkitkan semangat persaudaraan, persatuan, dan perdamaian seluruh bangsa-bangsa dalam menangani Covid-19 dan pemulihan ekonomi dunia yang sedang diperhadapkan dengan resesi ekonomi.

Selanjutnya, kata Penulis Buku Jokowinomics, pidato Jokowi merupakan pidato yang telah lama dinantikan oleh para pemimpin bangsa bangsa, dan bahkan dinantikan oleh masyarakat internasional.

Terutama di masa pandemi covid 19 ini, lanjut Yonge pidato Jokowi akan sangat penting dan menentukan sikap dan langkah dunia untuk menghadapi covid-19 dan pemulihan ekonomi dunia.

Karena itu, KPNEJ sangat menaruh harapan kepada Jokowi pada Pidatonya nanti akan membangkitkan semangat bagi seluruh bangsa-bangsa di dunia untuk bersatu dalam menangani covid-19 dan pemulihan ekonomi dunia.

Keterkaitan Pidato Jokowi di PBB


Saat ditanya oleh awak media, apakah ada keterkaitan antara pidato Presiden Jokowi pada Sidang Umum PBB dengan pengumuman pemenang anugerah nobel ekonomi tahun 2020.

Yonge mengatakan pihaknya tidak dapat menepis adanya keterkaitan tersebut. “Bisa saja ada, karena Komite Nobel secara intensif selalu melakukan pengamatan terhadap orang-orang yang dianggap layak untuk menerima hadiah nobel”, kata Yonge Penulis Kamus Ekonomi.

KPNEJ selaku pihak yang telah mengusulkan nama Presiden Jokowi sebagai penerima anugerah nobel ekonomi ke Komite Nobel di Oslo, Norwegia, tentu sangat berharap agar Komite Nobel dapat mempertimbangkan nama Presiden Jokowi sebagai penerima nobel ekonomi tahun 2020.

KPNEJ kata Yonge optimis bahwa melalui pidato Presiden Jokowi pada Sidang Umum PBB akan menjadi referensi tambahan bagi Komite Nobel untuk menetapkan memutuskan dan menetapkan nama Presiden Jokowi sebagai penerima anugerah nobel ekonomi tahun 2020.

Dikirim ke Komite Nobel


Pada hari Kamis, 21 Nopember 2019, KPNEJ telah mengirimkan surat dan dokumen pengusulan nama Presiden Jokowi ke Komite Nobel di Oslo, Norwegia. Surat dan dokumen dikirim melalui Kantor Pusat PT Pos Indonesia Wilayah Kota Medan, Sumatera Utara, yang disaksikan langsung oleh Rustam Harahap selaku Wakil Kepala Kantor PT Pos Indonesia Kota Medan.

Dokumen pengusulan yang kami kirim meliputi dokumen biodata Presiden Jokowi, program dan capaian pembangunan ekonomi yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi.

Dokumen tersebut berjudul : “Jokowi Membangun Ekonomi Masyarakat Pinggiran Indonesia Untuk Memacu Pertumbuhan Ekonomi, Pemerataan Pembangunan Ekonomi, Penanggulangan Pengangguran, dan Pengentasan Kemiskinan”.

Selanjutnya kata Dosen FE Unpri Medan, capaian keberhasilan pembangunan ekonomi pinggiran Indonesia yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi, menjadi dasar pemikiran kami untuk mengusulkan nama Presiden Jokowi sebagai penerima nobel ekonomi tahun 2020 kepada Komite Nobel.

“Kemampuan Presiden Jokowi untuk meretas, mendobrak tembok-tembok penghalang pemerataan pembangunan ekonomi di Indonesia, merupakan sebuah prestasi yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi”, kata Yonge, yang juga mantan Staf Ahli DPRD Sumut.

KPNEJ Mengapresiasi Sekjen PBB dan Presiden Jokowi
Karena itu, kata Yonge, KPNEJ sangat berterimakasih dan mengapresiasi Sekjen PBB yang telah berkenan memberikan waktu dan kesempatan kepada Presiden Jokowi untuk menyampaikan pidato pada Sidang Umum PBB di New York Amerika Serikat.

KPNEJ juga mengapresiasi Presiden Jokowi yang akan berkontribusi pada Sidang Umum PBB dengan kesediaannya menyampaikan pidato pada sidang tersebut.

Mengangkat Harkat dan Martabat

Yang terpenting, kata Yonge, kita sebagai KPNEJ sebagai bagian dari anak bangsa telah berupaya untuk berkontribusi kepada bangsa dan negara, melalui pengusulan nama Presiden Jokowi sebagai penerima nobel ekonomi tahun 2020. Ini kami lakukan dengan tulus dan ikhlas untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa dan negara Indonesia di mata Dunia

KPNEJ Tetap Semangat


Bahwa kemudian nama beliau tidak berhasil masuk dalam nominator pemenang nobel ekonomi tahun ini, kami tidak berkecil hati, tetapi kami akan tetap bersemangat, dan akan mengusulkan nama beliau untuk tahun mendatang. Karena memang, tidak mudah untuk menjadi pemenang hadia nobel.

Yonge menuturkan, nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah dua kali diusulkan, belum juga berhasil, dan untuk tahun 2021 nama Donald Trum masih diusulkan. Dan masih banyak nama-nama yang diusulkan dari berbagai negara, bahkan banyak mengusulkan nama (figur) presidennya, namun tidak selalu berhasil menjadi pemenang nobel.

Karena itu, kata Yonge kita tetap tegar, semangat, dan terus mengusulkan dan menyuarakan orang orang Indonesia yang telah berkarya besar di Indonesia bahkan mungkin bagi dunia, untuk diusulkan dapat memperoleh hadiah nobel (SB/01)