Dugaan Korupsi Rektor UINSU Cs Resmi Naik ke Penyidikan

sentralberita|Medan~Penyidik Krimsus PoldaSumut resmi menaikkan status dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) TA 2018 ke tahap penyidikan.

Hal tersebut ditandai dengan telah diterimanya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tiga orang tersangka oleh pidsus Kejatisu.

Ketiganya disangkakan dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung UINSU Tahun Anggaran 2018 senilai Rp 44,97 Milliar.

“Benar pihak Pidsus Kejatisu menerima SPDP dari ketiga tersangka yakni, S selaku Rektor UINSU, JS selaku Direktur PT Multi Karya Bisnis Perkasa, dan SS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) UINSU,” beber Plt Kasi Penkum Kejatisu, Karya Graham Hutagaol kepada wartawan Rabu(9/9/20).

Dilanjutkan Karya, bahwa penyerahan SPDP ketiga tersangka tersebut diterima Senin (7/9/20) sore kemarin.

“Dua hari lalu sudah kita terima,” ujarnya.

Saat ditanyakan peran S selaku Rektor UINSU, Karya menyerahkan sepenuhnya kepada Polda Sumut.

“Untuk selanjutnya, itu tanyakan kepada penyidik Polda, pihak kejaksaan hanya akan menunjuk jaksa dalam kasus tersebut sembari menunggu berkas perkara yang dilimpahkan oleh penyidik Krimsus Poldasu,” pungkasnya.

Diwaktu berbeda, Tatan Dirsan Atmaja, Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), membenarkan SPDP tersebut sudah diserahkan kepada Kejati Sumut.

Dijelaskannya penetapan ketiga tersangka berdasarkan hasil audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara oleh BPKP Perwakilan Sumatera Utara Nomor Nomor : R-64 / PW02/5.1/2020, tanggal 14 Agustus 2020, sebesar Rp 10,3 miliar.

Dalam kasus itu, sambung juru bicara Poldasu itu, disita barang bukti antara lain, kontrak dan dokumen pelaksanaan kegiatan pembangunan gedung kuliah terpadu UINSU Medan TA. 2018, Dokumen-dokumen pelaksanaan pencairan anggaran, Laporan hasil pemeriksaan audit fisik oleh team ahli dari ITS Surabaya dan LHP PKKN BPKP Perwakilan Sumut.

Namun saat ditanyakan peran dari S selaku rektor UINSU, Ia berkilah bahwa itu dibuka setelah di persidangan.

“Kalau itu nanti kita lihatlah di persidangan,” pungkasnya.(SB/01/FS )