Diduga Tidak Wajar, Mahasiswa Minta Kejatisu Usut Pembiayaan Festifal Danau Toba

sentralberita|Medan~Sejumlah mahasiswa yang menyatakan dirinya dari Pengurus Besar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (PB Alamp Aksi) unjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Selasa (1/9).

Dalam aksinya, mahasiswa itu menyatakan bahwa praktik korupsi seakan menjadi “budaya” bagi para pejabat yang ada di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Ketua PB Alamp Aksi, Eka Armada Danu menjelaskan beberapa permasalahan yang diduga telah terjadi tindak pidana korupsi di Sumut.

“Ada dugaan korupsi di Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Sumut. Sedangkan untuk festival danau toba diduga tidak berbanding lurus dengan kemeriahan, kami menganggap bahwa pelaksanaan tidak festival yang menelan biaya besar telah gagal karena target diduga tidak mencapai,” tegasnya.

Karena itu, sejumlah mahasiswa itu, mendesak Kejatisu agar merespon dan tidak melupakan laporan terkait adanya dugaan korupsi di Dinas Marga dan Bina Kontruksi semasa di pimpin oleh AHL

“Miminta Kejatisu agar mengawasi dengan ketat laporan pertanggungjawaban pelaksanaan festival danau toba 2019 dan mendesak Gubsu untuk segera mengevaluasi,” ucapnya.

Tidak hanya itu, PB Alamp Aksi, juga meminta kepada DPRD Sumut agar segera merekomendasikan kepada Gubsu untuk segera mencopot yang bersangkutan.

Usai menyampaikan aspirasinya sejumlah mahasiswa pergi meninggalkan kantor Kejatisu. (SB/ FS)