BI Perkirakan Inflasi 2020 Lebih Rendah

Kepala Bank Indonesia Wilayah Sumut Wiwiek Sisto Widayat berbicara kepada wartawan Kamis (10/9/2020).

sentralberita|Medan~Inflasi 2020 diperkirakan akan lebih rendah dari tahun 2019 dan berpotensi berada di bawah sasaran inflasi nasional yaitu 3±1 persen (yoy) seiring dengan daya beli masyarakat yang terbatas akibat pandemi Covid-19.

“Namun demikian, terdapat beberapa risiko yang dapat menimbulkan shock temporer seperti keterlambatan impor luar negeri, kenaikan harga emas, hambatan distribusi domestik, dan penimbunan/belanja berlebihan oleh konsumen,” kata Wiwiek Sisto Widayat,
Kepala Bank Indonesia Wilayah Sumut Kamis (10/9/2020).

Wiwiek mengatakan beberapa faktor pendorong inflasi di tahun 2020 yakni pertama, peningkatan harga komoditas impor seiring dengan terhambatnya pasokan karena pandemi Covid-19 sehingga mempengaruhi aktivitas produksi negara penghasil.

Kedua yakni hambatan distribusi domestik akibatcovid-19. Ketiga Penimbunan belanja yang berlebihan oleh konsumen dan naiknya permintaan komoditas tertentu. Keempat yaitu tendensi peningkatan harga emas dipasar global akan turut dorong kenaikan harga komoditas emas perhiasan, terakhir bahwa Gunung Sitoli sudah menjadi kota Indeks Harga Konsumen baru.

Sedangkan faktor penahan inflasi yakni yang pertama ekspektasi inflasi yang terjangkar, kedua cuaca dan iklim yang lebih kondusif dari tahun 2019. Ketiga daya beli masyarakat terbats akibat perlambatan ekonomu pada masa pendemi. Keempat masih terbatasnya mobilitas sehingga berpengaruh terhadap tarif layanan transportasi.

“Upaya pengendalian inflasi tetap dijalankan,” katanya.

Wiwiek menyebut dalam rangka menjaga kestabilan harga, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan koordinasi rutin dengan beberapa langkah pokok sesuai 5 K (Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi. Keterjangkauan harga dan Komunitas yang efektif).(SB/Wie)