48.190 Spesimen untuk Tes Swab Massal di Sumut Telah Diperiksa, Masyarakat Diminta Tidak Panik

sentralberita|Medan~ Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) mencatat hingga Minggu (6/9), telah dilakukan pemeriksaan terhadap 48.190 spesimen dalam hal ates swab massal.

Namun masyarakat diminta untuk tidak panik dan terlalu takut, selama protokol kesehatan dijalankan seluruh warga dengan disiplin di masa pandemi Covid-19 ini.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara (Jubir) GTPP Covid-19 Sumut Whiko Irwan dalam siaran langsung Youtube melalui akun Humas Sumut di Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (7/9).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bahwa pelaksanaan swab massal menjadi program GTPP Covid-19 Sumut, dimana dari 33 kabupaten/kota yang ada, kawasan Medan, Binjai, Deli Serdang (Mebidang) menjadi satu sasaran pelaksanannya dengan kontribusi kasus positif sebesar 73%.

Sedangkan angka rata-rata positif sebesar 16% atau dari 100 spesimen pemeriksaan swab 16 di antaranya dinyatakan positif.

“Saat ini kita berada pada minggu pertama bulan September 2020. Perkembangan Covid-19 Sumatera Utara sangat dinamis.

Beberapa peningkatan signifikan kasus konfirmasi harian didapatkan, salah satunya dipengaruhi jumlah swab yang dilakukan dalam jumlah besar, sehingga penderita-penderita konfirmasi tanpa gejala/konfirmasi asimptomatik yang ada di masyarakat dapat dideteksi. Pendektesian ini penting sekali untuk pemisahan para penderita dengan masyarakat dalam bentuk isolasi mandiri,” jelas Whiko.

Terkait swab massal, lanjut Whiko, semakin banyak sampel yang diperiksa maka kemungkinan penambahan angka kasus positif semakin besar. Hingga 6 September 2020, GTPP Sumut telah memeriksa 48.190 spesimen, dimana pada tahap awal masa pandemi rata-rata kurang dari 300 spesimen per hari. Namun saat ini terdapat peningkatan signifikan pengolahan spesimen mulai dari 800-1.000 spesimen per hari.

“Hal ini menunjukkan kinerja Gugus Tugas yang semakin masif dalam mendeteksi penderita-penderita Covid-19 di masyarakat,” katanya.

Untuk penderita yang masih dinyatakan positif (Covid-19) atau Covid aktif di Sumut, jelas Whiko, jumlahnya sebanyak 2.743 orang. Dengan langkah isolasi mandiri sebanyak 2.281 orang, karena tidak ada gejala dan tidak membutuhkan perawatan rumah sakit. Sisanya 462 orang menjalani perawatan di rumah sakit.

Meski begitu, peningkatan penderita konfirmasi di Sumut tidak banyak mempengaruhi jumlah penderita Covid aktif, karena temuan penderita baru konfirmasi, selalu dibarengi dengan penderita yang sembuh atau meninggal dunia.

Sementara angka kesembuhan di Sumut sendiri dari hasil pemantauan beberapa pekan terakhir didapatkan peningkatan.

Tercatat 6 September 2020 sebesar 59,66% dibandingkan pekan sebelumnya yakni 57,68%. Demikian pula dengan angka kematian Covid-19 Sumut terjadi penurunan menjadi 4,4%, mendekati angka nasional di Indonesia 4,1%.

“Angka-angka ini memberikan motivasi bagi kita, apa yang diperjuangkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara telah memberikan hasil yang baik dan nyata dalam mengatasi permasalahan kesehatan akibat Covid-19.

Tinggal peran kita masing-masing mengaplikasikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam kehidupan kita sehari-hari untuk membantu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menanggulangi pandemi Covid-19,” ujarnya. (SB/01/H13)