Wujudkan Pilkada Damai di Medan Butuh Komitmen dari Paslon, Penyelenggara & Pemilih

sentralberita|Medan~ Penyelenggara dan pemilih harus memiliki komitmen bersama untuk menjadikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 Kota Medan damai. Dengan begitu, dapat membawa stabilitas bagi Kota Medan agar ke depan lebih fokus terhadap pembangunan.

Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Faisal Riza menuturkan bahwa Pilkada damai itu merupakan visi bersama. Yang diciptakan oleh semua pasangan calon walikota dan wakil walikota Medan.

“Membutuhkan komitmen para peserta, penyelenggara dan pemilih. Maka untuk menuju kesana, visi harus disatukan,” tuturnya, Minggu (23/8/2020).

Melalui timnya, sambung dia, setiap calon walikota dan wakil walikota harus dapat meyakinkan masyarakat bahwa Pilkada bukan ajang tarung kekuasaan. Tetapi sarana mencari pemimpin yang membawa kebaikan pada semua.

Begitu juga diungkap Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Sumatera Utara (USU), Dadang Darmawan. Berdasarkan pengamatannya, dua pasangan calon kuat, walikota Medan dan wakil walikota Medan, sangat berkomitmen membentuk Pilkada damai di Kota Medan.

“Ditengah-tengah situasi ekonomi dan pandemi Covid-19 yang kini sedang terjadi di negara Indonesia, Pilkada damai adalah suatu keharusan,” ungkap dia.

Damai, lanjut Dadang, menjadi satu-satunya syarat agar dalam Pilkada Serentak, 9 Desember 2020 nanti, dapat betul-betul bisa memberikan suasana yang jernih kepada masyarakat.

“Tanpa kedamaian menurut saya, pilihan masyarakat dalam Pilkada akan tercederai. Atau masyarakat bahkan enggan memilih dalam Pilkada,” ucap Dadang.

Untuk itu, menurut Dadang, damai adalah syarat mutlak dalam Pilkada 2020. “Dan menurut saya, dari 2 kandidat yang muncul di Medan, baik Akhyar Nasution maupun Bobby Nasution, keduanya sama-sama mempunyai niat yang sama untuk berlangsungnya Pilkada damai di Kota Medan,” pungkasnya.