Tuntut Janji Bupati,Keluarga PMI Kembali datangi Kantor Bupati Asahan

sentralberita|Kisaran ~ Seratusan massa  yang tergabung di dalam Aliansi Masyarakat Peduli PMI asal Kabupaten Asahan kembali mendatangi Kantor Bupati Asahan,Selasa (18/8/2020) siang.

Kedatangan massa yang sebagian besar keluarga Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) yang berasal dari Kabupaten Asahan tersebut menuntut janji Bupati Asahan H.Surya,Bsc agar segera merealisasikan pemulangan keluarga mereka yang saat ini masih terjebak Lock Down di Negara Malaysia dan belum bisa bekerja seperti semula.

Massa yang terdiri dari dari kaum ibu,anak remaja serta anak-anak yang datang dengan mengenderai sepeda motor,becak bermotor serta mobil pick up yang sebelumnya berkumpul didepan Lapangan Parasamya Kisaran langsung menuju kantor Dinas Ketenagakerjaan dijalan Turi dengan mendapat pengawalan dari pihak Kepolisian Polres Asahan.

“Mana janjimu wahai Bupati Asahan yang akan memulangkan keluarga kami yang sampai hari ini masih terjebak Lock Down di Negara Malaysia,jangan hanya janji-janji saja yang kami butuhkan hanya bukti.”Ujar Kordinator Aksi Indra Ringo dalam orasinya didepan Kantor Dinas Ketenagakerjaan Asahan.

Indra Ringo yang juga ketua Ikatan Solidaritas Sumatera Utara Malaysia ( ISUM) Wilayah Malaysia dikesempatan itu juga meminta kepada Bupati Asahan untuk mengeluarkan selembar surat yang isinya menyatakan bahwa pihak Pemkab Asahan tidak mampu untuk memulangkan seluruh PMI Asal Kabupaten Asahan,sehingga mereka dapat mengambil langkah yang lainnya.

“Kalau memang Pemkab Asahan tidak mampu tolong keluarkan surat sepotong yang menyatakan kalau Pemkab memang tidak mampu untuk membiayainya,biar kami yang akan berusaha untuk memulangkan keluarga kami tersebut.”Tuntut Indra Ringo.

Suasana sempat memanas ketika salah seorang pejabat teras Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan Edi Catur berusaha memberikan penjelasan kepada massa yang mengatakan kalau pihak Pemkab Asahan tidak ada lagi menjadwalkan pemulangan para PMI tersebut.Tidak ada lagi pemulangan,Ujar Edi sambil berlalu meninggal massa.

Mendapat jawabban itu massa sempat emosi,namun berkat kesigapan petugas Kepolisian dari Polres Asahan akhirnya massa dapat menensngkan diri dan langsung bergerak menuju kantor Bupati Asahan. 

Sesampainya di depan Kantor Bupati Asahan,massa kembali emosi karena mendapati pintu masuk dibagian depan dalam keadaan terkunci dan mendapat pengawalan ketat dari pihak Sat Pol PP,massa akhirnya berusaha memaksa masuk dengan mendorong pintu pagar sehingga terjadi aksi saling dorong yang mengakibatkan salah satu bagian pintu pagar tumbang,namun upaya massa untuk masuk tetap terhalang pagar besi.

Akibatnya massa yang sudah semakin disulut emosi akhirnya memblokade Jalimsum sehingga sempat membuat kemacetan.Situasi akhirnya mereda setelah pihak keamanan meminta massa untuk menepi sehingga mobil yang sempat terhenti dapat kembali melanjutkan perjalanan.

“Kalau Bupati Asahan tidak mau menerima,kami akan melakukan aksi nginap sampai Bupati Asahan dan kami akan melakukan aksi solidaritas penggalangan dana dari masyarakat yang sedang melintas untuk membantu pemulangan keluarga kami “Ujar Indra Ringo dan Seto Lubis dalam oratornya.

Pantauan sentralberita.com,tampak massa yang mendapatkan pengawalan dari pihak keamanan melakukan aksi solidaritas dengan meminta bantuan dari pengguna jalan di Jalinsum tepatnya didepan kantor Bupati Asahan serta mendirikan tenda darurat.Hingga berita ini di muat,massa masih terus bertahan didepan kantor Bupati Asahan.(SB/ZA).