Miris !! Honor Perangkat Desa Halimbe Sampai Triwulan II “Disunat”

sentralberita|Labura~ Mirisnasib pekerja honorer pada Desa Perkebunan Halimbe, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Sudah ekonomi saat ini terpuruk akibat dampak Covid 19. Malah honor mereka disunat alias kena Pungutan Liar (Pungli) tanpa ada dasar hukum dan penjelasan.

Disinyalir terkuaknya Praktek Pungutan Liar (Pungli) pada honorer tersebut saat mereka merima honor atau Penghasilan Tetap (Siltap) yaitu Perangkat Desa (Kaur Desa dan Kepala Dusun).

Bermula sejak awal tahun 2020 yaitu pada Triwulan-I, dari sumber yang tak ingin namanya disebut mengatakan, bahwa praktek korupsi ini berlanjut hingga pada penerimaan honor Triwulan-II 2020, tanpa ada keterangan atau pertanggungjawaban yang akurat dari Kantor Camat Kecamatan Aek Natas.

Pada bulan Mei 2020, saat para Perangkat Desa (Kaur Desa dan Kepala Dusun) Desa Perkebunan Halimbe, mendapat undangan dari Kecamatan untuk pengambilan honor Triwulan-I (Januari, Februari, Maret – Tahun 2020) di Kantor Camat Aek Natas, diruangan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Honor perangkat tersebut dibagikan langsung oleh Sekcam didampingi Kasipem.

Seyogiaya ini dilakukan oleh Kepala Desa Perkebuban Halimbe dan didampingi oleh puhak Kecamatan. Anehnya seperti diambil ahli dan telah direncanakan oleh oknum Kecamatan Aek Natas.

Senin (24/8/2020) salah satu Kepala Dusun (Kadus) yang namanya tidak mau ditulis menyatakan rasa kecewanya adanya pemotongan honor pada triwulan-I dan triwulan-II.

“Ya kami kecewa pada pihak Kecamatan dan honor itu kami terima dikantor camat sebelum lebaran dan di potong Rp.100 ribu /bulan alasannya untuk PPN, dikali 3, kemudian ditambah lagi potongan Rp.50 ribu pada triwulan-I, katanya untuk uang buka puasa dikantor camat. Berikutnya Pada triwulan-II kami terima di Kantor Desa Halimbe dengan potongan yang sama”. ujar Kadus merasa kesal.

Hal senada juga dikatakan oleh oknum Kadus Dusun IV, Desa Perk Halimbe saat dikonfirmasi via seluler. Rudianto membenarkan kejadian pemotongan honor kaur desa tersebut sebagai pajak dan praktik tersebut sudah sejak lama.

Begitu juga dikatakan Kaur Umum Desa Perkebunan Halimbe, Eko saat dikinfirmasi mengaku uang honor yang diterima pada triwulan pertama tidak sesuai dan sudah dipotong langsung oleh pihak Kecamatan dengan dalih potongan sebagai PPN.

“Seharusnya saya terima honor dapat Rp. 6 juta dan yang kuterima tidak pas lagi, sudah disunat ” ujar Eko.

Terkait kejadian ini yang sudah menjadi pengunjingan masyarakat. Camat Aek Natas Rojali Sagala SE berjanji akan memulangkan uang tersebut.

“Kalau mereka (perangkat desa) keberatan honornya dipotong /dikutip, ya sudah terpaksa kita pulangkan uangnya”. Ucap Rojali. (SB/wan)