Maling Spion Untuk Beli Makan

sentralberita|Medan ~ Dua terdakwa Agus Esau Tampubolon dan Gunawan Fadly mangaku dihadapan majelis hakim, mencuri sepion mobil Toyota Fortuner untuk beli makan.

Hal tersebut terungkap dalam sidang yang berlangsung secara teleconference, diruang Cakra III, Pengadilan Negeri Medan, Selasa (11/8) Sore.

Dalam persidangan, terdakwa Agus Esau Tampubolon mengatakan, sepion yang dicuri akan dijual dengan harga Rp150 ribu.

“Nanti kita jual sepionnya dengan harga Rp150 ribu pak,” ucap terdakwa dihadapan hakim.

“Untuk apa kelen uang segitu (Rp150 ribu),” tanya majelis hakim kembali.

Mirisnya, kedua terdakwa mengaku untuk membeli makanan. “Uangnya kami bagi dua pak. Kami mencuri untuk beli makan,” kilah terdakwa.

Mendengar pengakuan terdakwa karena untuk beli makanan, majelis hakim langsung menasihati terdakwa agar tidak mengulanginya kembali.

“Jangan lah mencuri, masa untuk makan hasil dari mencuri, kan tidak halal,” ucap hakim mengakhiri pertandingan.

Diketahui sebelumnya. Kedua terdakwa pada hari Minggu tanggal 12 April 2020 sekitar Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut di atas, Terdakwa I dan Terdakwa II sebelumnya bertemu di warung untuk pencurian spion lalu para Terdakwa berangkat menggunakan sepeda motor Mio Z No. Pol BK 3710 AGP.

Setelah para Terdakwa sampai pada tempat tersebut diatas, para Terdakwa berhenti di depan Perumahan tersebut untuk menantau kondisi sekitar perumahan, setelah aman para terdakwa masuk ke perumahan tersebut dan melihat 1 unit mobil Toyota Fortuner warna putih yang terparkir didepan rumah kemudian terdakwa memberhentikan sepeda motor lalu turun dari sepeda motor dan langsung mematahkan kaca spion sebelah kiri mobil tersebut dengan kedua tangan.

Setelah itu saksi korban Tomin keluar dari rumah dikarenakan mendengar suara patahan spion mobil tersebut dan langsung berteriak “maling” kemudian Terdakwa langsung naik sepeda motor untuk kabur bersama. namun pada saat ingin keluar dari Komplek Perumahan tersebut, gerbang depan Komplek Perumahan tersebut sudah ditutup oleh satpam.

Atas perbuatannya, para Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 363 ayat 1 ke-4 KUHP. ( SB/FS )