Edwin Sugesti Nasution Serap Keluhan Warga Dana Bantuan Covid-19 Tidak Tepat Sasaran

sentralberita|Reses III tahun 2020 masa sidang III, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Edwin Sugesti Nasution SE MM di Jalan Benteng Hulu Kelurahan Tembung, Kecamatan Medan Tembung, Medan mengikuti aturan protokol kesehatan, Sabtu (29/08/2020).

Masyarakat yang diundang dari beberapa lingkungan di Kelurahan Tembung itu, harus menggunakan masker jika memasuki areal kegiatan reses III yang digelar anggota dewan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Medan tersebut.

Dari hasil reses III tersebut, masyarakat sekitar kelurahan itu menyampaikan keluh kesah yang terjadi di tengah-tengah mereka. Keluh kesah yang disampaikan masyarakat itu antara lain masalah bantuan dana covid-19 yang dinilai tidak tepat sasaran, banjir, drainase, honor guru magrib mengaji, sampah dan aroma bau dari intalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di lingkungan I Kelurahan Tembung.

Seperti halnya, salah seorang warga bernama Hairani Lubis mengatakan, bantuan dana covid-19 yang disalurkan pemerintah saat ini dinilai kurang tepat sasaran. Pasalnya, ada warga yang kurang mampu hingga sekarang belum mendapat bantuan tersebut.

“Kita berharap, melalui pertemuan ini keluh kesah ini dapat dicari solusinya,” kata Br Lubis itu.

Disamping itu, Hairani juga berharap agar masalah iuran BPJS Kesehatan diminta kepada pemerintah untuk diturunkan agar masyarakat tidak kewalahan membayarnya.

“Bagaimana lah pak dewan. Dimasa pandemi saat ini banyak karyawan dirumahkan. Sementara, kita mau makan ini dan itu ditambah lagi bayar iuran BPJS yang naik. Mohon pak dewan aspirasi ini ditindaklanjuti,” harap Hairani.

Selain itu, ibu rumah tangga ini juga mengeluhkan honor guru magrib mengaji dari Pemko Medan. Dia meminta masih ada juga guru-guru magrib mengaji yang belum mendapat honor.

“Oleh karenanya, melalui reses ini saya berharap supaya masalah ini ditindaklanjuti,” pintanya.

Sementara, Khairil Anwar mengeluhkan sejumlah titik di Kelurahan Tembung selalu dilanda banjir jika hujan turun. Hal itu, lanjut warga tadi, kondisi drainase di wilayah ini sangat memprihatinkan. “Salah satunya di Jalan Bersama Ujung menjadi langganan bajir jika turun hujan, karena drainase di tempat itu tidak berfungsi,” katanya.

Ada juga warga yang mengeluhkan keberadaan intalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di lingkungan I Kelurahan Tembung. Warga yang rumahnya bersebelahan dengan IPAL itu setiap pagi mengeluh karena mencium aroma tidak sedap dari IPAL tersebut. Di samping itu, drainase di sekitarnya menjadi terganggu, karena air mengalir terhambat disebabkan keberadaan IPAL itu.

“Selain itu, kami setiap bulannya harus membayar Rp 5000 sampai Rp 10.000 perbulan dengan alasan perawatan,” kata warga.

Dari keluhan demi keluhan yang dilontarkan warga Kelurahan Tembung diarahkan ke wakil rakyat dari Fraksi PAN itu, ternyata ada yang menjadi catatan penting yakni masalah KTP, KK dan Akte Kelahiran di kelurahan paling ujung yang merupakan pintu gerbang wilayah timur tidak ada persoalan. Intinya, ketika disinggung soal pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran aman-aman saja.

Menjawab keluhan warga Kelurahan Tembung, Edwin Sugesti dengan tegas akan menindaklanjuti keluhan tersebut. “Melalui pokok-pokok pikiran anggota dewan semua keluhan warga Kota Medan dibahas. Kita dalam hal ini tidak main-main demi menciptakan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Meninjau lokasi IPAL


Mengenai BPJS Kesehatan, pihaknya akan meminta lewat Anggota DPR RI supaya iuran BPJS Kesehatan dapat diturunkan. “Soalnya, menurut warga iuran yang berlaku saat ini sangat memberatkan apalagi di masa pandemi saat ini. Begitulah kita sampaikan keluhan bapak dan ibu ke dewan di pusat. Kita juga ada perwakilan di pusat,” ujarnya.

Soal sampah lanjut Edwin menjawab keluhan warga bernama Warda Lubis lingkungan 12, diimbau supaya warga membuang sampah jangan sembarangan. Sebab, memuang sampah sembarangan yang rugi bukan diri kita saja akan tepai orang lain. Selain itu, jika lingkungan tidak bersih maka akan menimbulkan penyakit. “Nah, kan yang rugi kita juga,” katanya.

Maka dari itu, Edwin mengharapkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dituntut. “Sebab, jika tidak ada kerjasama apa pun yang kita buat akan sia-sia. Jadi, jangan sampai saling menunggu akan tetapi langsung dikerjakan demi kesehatan kita semua,” harapannya.

Meninjau lokasi drainase


Dia menambahkan, pihaknya juga akan menayakan kepada pihak terkait agar di tempat ini disediakan tempat pembuangan sementara (TPS), sehingga sampah limbah ibu rumah tangga tidak berserakan. Begitu juga truk sampah supaya tetap mengangkut sampai sesuai jadwalnya jangan sampai menumpuk baru diangkut,” tandasnya.

“Semoga melalui reses kali ini semua aspirasi masyarakat dapat terealisasi dengan baik. Dan saya selalu siap menjemput aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Usai reses Edwin Sugesti Nasution langsung meninjau lokasi IPAL yang dikeluhkan warga itu. Sampainya di lokasi, Edwin Sugesti langsung dikerumuni warga dan menerima kejelasan langsung kondisi di lapangan.

“Mengenai iuran warga setiap bulannya akan dipertanyakan kemana uang itu dipergunakan. Kita tidak mau sedikit pun uang warga disalahgunakan. Pokoknya saya akan pertanyakan uang itu kemana dipergunakan,” tegasnya.

Setelah itu, anggota DPRD Kota Medan itu juga meninjau lokasi drainase di Jalan Bersama Ujung. Di lokasi, terlihat drainase tidak berpungsi. “Kita akan meminta PU segera mengatasi masalah ini agar kawassan Jalan Bersama tidak kebanjiran,” ujarnya.(SB/01)