Di Tengah Pendemi, Sari Roti Raih Penjualan Bersih Rp1,67 T

Direktur Perseroan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk Arlina Sofia didampingi  Head Investor & Public Relations Hadi Susilo (tengah) memaparkan kinerja perusahaan pada Public Expose Live 2020 melalui Webinar Zoom Rabu (26/8/2020).

sentralberita|Medan ~ PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (kode saham: ROTI) sebagai produsen roti dengan merek “Sari Roti” di tengah pandemi Covid-19 mampu menghasilkan penjualan bersih sebesar Rp1,67 triliun, meningkat 5,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Direktur Perseroan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk Arlina Sofia didampingi  Head Investor & Public Relations, Hadi Susilo mengatakan hal itu dalam pemaparan kinerja perusahaan tahun 2020 secara virtual melalui zoom yang digelar PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (26/8/2020).     

Public Expose Live 2020 yang berlangsung 24-28 Agustus 2020 digelar secara daring via zoom diikuti 50 Emiten. Pada tahun ini, merayakan 43 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan kembali Public Expose LIVE 2020.   

Arlina Sofia mengatakan  Perseroan hingga paruh pertama 2020 mencatatkan Kinerja yang sangat positif walau di tengah pandemi virus Covid-19 yang melanda dengan raihan penjualan bersih Rp1,67 triliun itudidukung dengan pertumbuhan signifikan pada kanal tradisional (General Trade) hingga 30 persen YoY menjadi Rp455 miliar setelah penerapan strategi proaktif menangkap potensi pasar khususnya di area pemukiman dengan memperkuat sebaran 40.000 titik penjualan (point of sales) serta meluncurkan Layanan Pesan Antar melalui aplikasi Whatsapp maupun Chatbot.     

Sementara itu, kanal modern (Modern Trade) tetap menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan semester pertama tahun 2020 dengan membukukan Rp1,17 triliun penjualan dari 35.000 gerai minimarket, supermarket dan hypermarket di seluruh Indonesia.      

Kinerja sangat baik juga tercermin dengan capaian Ebitda 1H 2020 sebesar Rp224.3 miliar yang meningkat tajam 17,5 persen dibandingkan 1H 2019 sebagai hasil dari efisiensi operasional khususnya pengelolaan transportasi logistik serta belanja iklan dan promosi.     

Bahkan setelah beban depresiasi, bunga pinjaman, dan pajak, Perseroan tetap dapat menjaga Profit Margin yang sehat pada kisaran 5,5 persen. “Hingga akhirnya membukukan Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp91,44 miliar,”  jelas Arlina.     

Ia menyebut saat ini Perseroan mengoperasikan 14 pabrik dengan sebaran 13 pabrik berlokasi strategis di Indonesia dan 1 pabrik di Filipina dengan total kapasitas produksi 5 juta roti per hari.

Saat ini, Perseroan juga sedang membangun 2 pabrik baru di kota Banjarmasin dan Pekanbaru yang ditargetkan untuk beroperasi pada akhir tahun 2020.

Sepanjang semester pertama, Perseroan telah membelanjakan Capex sebesar Rp182 miliar atau setara dengan 45,5 persen dari rencana tahun 2020.   

Ia mengakui secara umum, dampak pandemi virus Corona (Covid-19) dapat dirasakan pada berbagai industri, termasuk sektor makanan dan minuman.

Perseroan senantiasa melakukan analisa komprehensif terhadap daya beli, pola konsumsi, pola belanja dan pola aktivitas masyarakat Indonesia agar dapat menentukan strategi yang tepat dalam menangkap prospek pertumbuhan permintaan produk roti yang kuat di Indonesia, serta menghadapi tantangan usaha dan ketidakpastian pandemi Covid-19.   

Seluruh kegiatan Perusahaan baik operasional maupun perkantoran, dengan tertib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 serta mengedepankan standar tinggi kesehatan dan keselamatan kerja seperti memperhatikan jaga jarak fisik, memakai masker pada setiap aktivias bekerja. “Kami senantiasa memberikan imbauan kepada seluruh karyawan untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh,” kata Arlina.     

Nippon Indosari Corpindo Tbk adalah perusahaan terkemuka dan pertama di Indonesia yang memproduksi roti secara masal. Berdiri sejak tahun 1995 denganjaringan distribusi luas didukung kanal Modern dan Tradisional.

Menggunakan teknologi mutakhir untuk memastikan produkberkualitas dan higienis yang diformulasikan khusus untukcita rasa Indonesia.     

“Program Share Buyback yang selesai di Juni 2020 telah berhasil menopang nilai Perusahaan di tengah penurunan drastis pasar modal akibat pandemik Covid-19,” jelas Arlina.    RUPST di Juli 2020 telah menyetujui dividen tunai sebesar 50 persen dari laba bersih 2019 atau setara dengan Rp149,5 miliar. (SB/Wie)