Terungkap Dimasa Kepemimpinan H.Surya,Bsc, Rp.22 Milyar Dana Baznas Tidak Disalurkan

sentralberita-Kisaran : Dimasa kepemimpinan H.Surya,Bsc Priode 2011-2014,Anggaran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Asahan sebesar Rp.22 Milyar lebih tidak disalurkan dan tersimpan di salah satu Bank yang ada di Kisaran.

Hal itu terungkap setelah adanya pengakuan dari Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Asahan Priode 2018-2023 H.Ansa’ari Margolang kepada sentralberita.com saat ditemui diruang kerjanya,Jumat (3/7/2020) kemarin.

“Saat dilaksanakan serah terima keuangan dan aset Baznas Kabupaten Asahan dari pengurus prode tahun 2011-2014 kepada pengurus baru priode 2018-2023,kami ada menerima buku Rekening Bank tabungan atas nama Baznas Asahan serta cetakan rekening koran dengan besar anggaran keuangan sebesar 22 Milyar lebih.” Jelas H.Ansa’ari Margolang.

Menurut Ansa’ari,adapun perincian laporan keuangan yang diserahkan tersebut mencakup,Saldo Zakat sebesar Rp.20.171.473.553,Saldo Infaq sebesar Rp.542.928.406 dan Bagi hasil Bank sebesar Rp.1.629.148.597 sehingga seluruhnya berjumlah Rp.22.343.550.555.

“Itulah Saldo laporan keuangan yang kami terima dari pengurus yang lama,persoalan kenapa dana tersebut tidak dibagikan dan masih tersimpan,kami tidak mengetahuinya karena kami tidak ada menerima daftar laporan hasil audit yang dilakukan Auditor Publik.”Ujar Ansa’ari (Foto) sambil menunjukan lembaran surat Berita Acara serah terima keuangan dan aset dari pengurus Baznas Asahan priode 2011-2014 kepada pengurus baru priode 2018-2023.

Terungkapnya anggaran Baznas Kabupaten Asahan yang masih tersimpan di salah satu Bank sebesar Rp.22 Milyar lebih dan belum di salurkan mendapat kritik keras dari salah seorang pengamat Agama dan sosial Andi Kurnia yang menuding kepengurusan Baznas dibawah kepemimpinan H.Surya,Bsc tidak Amanah.

“Dengan adanya sisa keuangan sebesar Rp.22 Milyar lebih yang diserahkan kepada kepengurusan Baznas yang baru,berarti Kepengurusan Baznas sebelumnya tidak amanah dan pendusta agama.” Ujar Andi Kurnia saat ditemui di salah satu warung,Kamis (9/7/2020).

Menurut Andi, dana Baznas berasal dari ummat atau muzakhi yang bertujuan harus dibagikan habis kepada yang berhak yaitu ada delapan asnaf yaitu fakir,miskin,riqab,gharim,mualaf dan 3 golongan lainnya,

“Sebagai ummat atau muzakhi kita membayar zakat dan infaq dengan tujuan untuk di bagikan kepada yang berhak menerimanya,bukan untuk disimpan,dengan disimpannya uang tersebut bisa saja kita mencurigai ada hal-hal yang tersembunyi di sini dan itu semua akan terungkap apabila dilakukan audit oleh auditor publik.Tegas Andi Kurnia.

Dikesempatan itu,pria yang sering melakukan kritisi terhadap kebijakan-kebijakan Pemerintah khususnya Pemerintah Daerah yang tidak sesuai program yang telah direncanakan tersebut,

mengharapkan agar tokoh-tokoh agama dan tokoh Masyarakat serta ketua-ketua organisasi keagamaan untuk segera bersatu untuk menindaklanjuti temuan ini,sebab menurutnya anggaran yang ada di Baznas tersebut adalah dana ummat dan harus segera di bagikan kepada yang berhak menerimanya sesuai asnaf.

“Perlu di ungkap apa alasan pengurus Baznas Asahan menyimpan dana tersebut dan itu semua bisa dibuktikan dengan hasil di audit.” Tutup Andi.(SB/ZA,)