Syaiful Syafri: Perpustakaan Dorong Minat Baca & Menulis di Tengah Covid -19

sentralberita|Medan~Mantan Kepala Badan dan Perpustakaan Daerah Sumatera Utara Drs Syaiful Syafri MM menegaskan bahwa pimpinan perpustakaan UMSU aktif membangun dan mendorong minat baca dan menulis bagi para Mahasiswa dan Dosen ditengah pandemi covid 19.

Hal ini ditegaskan Drs Syaiful Syafri MM ketika menjadi peserta Web Seminar ( Webinar ) Nasional dengan topik eksistensi buku cetak sebagai literasi utama dalam pendidikan di era new normal masa pandemi covid 19 , Jumat 24/07 di Medan.

Menurut Syaiful Syafri Webinar Nasional merupakan salah satu rool model sebagai inovasi pengelola perpustakaan UMSU untuk membangun minat baca dan menulis di tengah pandemi covid 19 yang belum di ketahui masa berakhir sekaligus mendorong para Mahasiswa dan Dosen dalam perkuliahan jarak jauh tetap berdampingan dengan buku cetak sebagai literasi utama.

Syaiful Syafri menyatakan bangga dan setuju ungkapan Pr III UMSU DR Rudianto MSI yang menegaskan bahwa relawan perpustakaan sangat dibutuhkan untuk membuka cakrawala membangun SDM masyarakat, pelajar, mahasiswa dan dosen sehingga terbangun budaya baca dan menulis untuk kemajuan bangsa sebagaimana disampaikan diacara pembukaan Webiner Nasional ini.

Webiner Nasional dengan menampilkan pembicara tunggal Fikry Samyadewi editor Penerbit Buku Erlangga dari jakarta menegaskan bahwa pembelajaran jarak jauh tetap memerlukan buku cetak.

Kita juga harus memahami kata fikry bahwa membangun SDM tidak terlepas dari 4 dimensi yaitu dimensi kecakapan, alternatif, akses dan budaya.

Karenanya penerbit Erlangga sering road Show ke sekolah, universitas dengan model perpustakaan keliling untuk mengajak pelajar, mahasiswa, guru dan dosen untuk membangun budaya baca dan menulis untuk di terbitkan oleh Penerbit Erlangga.

Pada kesempatan akhir dari Webinar Nasional yang diikuti 100 peserta dari unsur Mahasiswa, Pengelola Perpustakaan, Dosen, dan sejumlah penggiat literasi ini Syaiful Syafri mengajak para peserta untuk menulis hasil bacaan nya menjadi sebuah buku.

Sisi lain kata Syaiful Syafri untuk menulis sebuah buku dapat dengan mengumpulkan berbagai kegiatan pemimpin di lapangan atau dengan kunjungan kita ke daerah, desa untuk kita tuliskan menjadi sebuah buku.
Saya sudah lakukan itu sejak tahun 2007 hingga sekarang tegas syaiful Syafri.(SB/DN)