Sukses Pilkada di Tengah Covid-19 Akan Naik Kelas

sentralberita|Medan-Pelaksanaan Pilkada di tengah susana Pandemi Covid-19 menghadapi tantangan yang cukup besart, namun jika hal itu terlewati dengan baik dalam arti sukses melaksanakan pesta demokrasi tersebut akan naik kelas.

“Pemilu serentak legislatif dan presiden yang lalu mendapat pujian dunia internasional , Pemilu serentak dalam suasana Covid-19 ini pun jika sukses dilaksanakan akan naik kelas setelah sukses terlaksananya pemilu serantak yang lalu,”ujar komisioner KPU Medan Zefrizal dalam Focus Grup Discussion (FGD) “Tantangan Sosialisasi Pilkada Kota Medan 2020 di Tengah Pandemi Covid-19” di Hotel Polonia Medan, Sabtu (4/7) yang diikuti para jurnalis media cetak, elektronik dan media online.

Pelaksnaanya dilakuakan dengan menerapkan protokol kesehatan dimana para pembicara dan para peserta seluruhnya mengenakan masker dan juga menerapkan batasan jarak atau social.

Diskusi yang dipandu komisioner Rinaldi Khair dan dibuka Ketua KPU Kota Medan Agussyah R Damanidan anggota KPU Medan lainnya Edi Suhartono dan Nana Miranti, maksud dan tujuannya ingin sharing dan menerima masukan terkait pelaksanaan Pilkada Kota Medan yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang.

Komitmen

Pilkada yang akan digelar meruapakan sejarah pertama sudah pasti mengdapi tantangan yang lebih besardan bahkan harus Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan berkomitmen untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam pelaksanaan seluruh tahapan Pilkada 2020 yang sudah diatur dalam PKPU Nomor 5 tahun 2020 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota dan Wakil Kali Kota Tahun 2020.

“Kita tak ingin Pilkada kota Medan ini dianggap penyebab penyebaran virus Corona -19, karenanya kami berkomitmen bahwa seluruh tahapan Pilkada harus menerapkan protokol kesehatan,”ujar Ketua KPU Medan Agussyah R Damanik.

salah satu tahapan yang akan mereka lakukan dalam waktu dekat yakni pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih yang digelar mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2020.

Dalam pelaksanaan tahapan ini seluruh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) akan mendatangi masyarakat secara door to door atau dari rumah ke rumah.

Sebelum turun ke lapangan, mereka memastikan seluruh petugas PPDP bersih dari covid-19.

“Mereka akan terlebih dahulu mengikuti rapid test, kemudian saat bertugas juga mereka akan mengenakan alat pelindung diri (APD) standart pencegahan covid-19,” ujarnya.

Selanjutnya Zefrizal menyampaikan, dalam pelaksanaan Pilkada yang akan berlangsung harus diantispasi penyebaran hoax, bisa saja pandemi covid 19 ini akan dijadikan isu jenis hoax baru. Misalnya, kotak suara terpapar covid dan lain sebagainya.

Peran Media

Dalam pilkada yang akan digelar, peran media sangat besar, selain perperan penyampaian informasi dalam berbagai tahapan kegiatan KPU, juga dapat mendorong partisipasi masyarakat ikut serta menyukseskan pilkada.

“Lebih-lebih proses Pilkada di tengah Covid ini adalah untuk memastikan informasi yang benar ke tengah masyarakat dan mendorong penegakan disiplin protokol kesehatan,”ujar Edi Suhartono

seraya menyampaikan KPU akan berkejasama dengan Gugus Tugas Covid 19 dan akan terbuka setiap proses yang dilaksanakan ke media.(SB/01)