Sakit Parah, Zakir Husin Berharap Dibantarkan ke Rumah Sakit

sentralberita|Medan ~ Zakir Usin alias Zakir Husin warga binaan Rutan Tanjunggusta, Medan berharap bisa dibantarkan untuk menjalani perawatan di rumah sakit.

Zakir yang didakwa dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, saat ini sedang mengalami sakit parah yakni komplikasi.

Zakir Husin melalui kuasa hukumnya Kuna Silen menyebutkan, selama persidangan di PN Medan, Zakir sudah sering mengeluh tentang sakitnya. Bahkan, karena sakit persidangan Zakir sudah beberapa kali ditunda majelis hakim.

Dia menyebutkan, penyakit Zakir terindikasi gagal jantung berdasarkan hasil Lab Paramita. Bahkan, kata dia, belum lama ini pihak rutan juga pernah menghadirkan dokter dari RS Royal Prima. Dari hasil pemeriksaan, Zakir memang disarankan untuk dibantarkan karena belum memadainya peralatan di rutan.

“Di RS Bhayangkara tidak punya dokter jantung, di RS Bandung juga tidak punya dokter jantung. Karena itu kami bermohon ke Royal Prima tapi sampai saat ini belum ada respon dari Karutan,” katanya kepada wartawan, Senin (27/7).

Selaku kuasa hukum, dia sangat berharap Zakir bisa dibantarkan ke rumah sakit untuk menjalani perobatan. Menurut Kuna, pihaknya sudah empat kali melayangkan surat permohonan ke Rutan Tanjunggusta agar kliennya diberi izin keluar rutan menjalani perobatan.

“Sesuai permohonan, sudah empat kali kami layangkan ke pihak rutan, hingga kepala rutan sudah berganti dua kali, belum ada kejelasannya,” ungkapnya.

Menurutnya, rutan seharusnya memberi kemudahan bagi kliennya karena situasinya sudah menyangkut nyawa seseorang.

“Apalagi dalam sidang, ketua majelis hakim mengatakan kepada dokter perwakilan rutan, Zakir tidak dilakukan penahanan dalam tindak pidana pencucian uang, Zakir hanya ditahan dalam kasus narkotika,” cetusnya.

Ditambahkannya, bila terjadi sesuatu yang membuat nyawa Zakir terancam, pihak keluarga akan mempermasalahkan kasus itu.

“Kami hanya meminta Zakir bisa diobati. Kita tidak akan lari dari hukum. Dia cuma minta berobat bukan mau minta dibebaskan,” jelasnya.

Bahkan, andaikata Zakir meninggal karena terhalang tidak bisa berobat ke luar rutan, pihaknya akan mengadu ke DPR dan Presiden.

Sebelumnya, pada sidang bulan Juni lalu, Zakir tampak kurang sehat saat mengikuti sidang teleconference dari Rutan Tanjunggusta. Dia tampak mengenakan kursi roda dengan selang oksigen terletak di hidungnya.

Dikarenakan hal tersebut, majelis hakim yang diketuai oleh Immanuel Tarigan, menanyakan kepada Zakir apakah dapat menjalani sidang atau tidak, namun dia menyatakan tidak sanggup, karena saat itu dia merasakan sesak nafas. Saat itu, Zakir juga mengaku bahwa dirinya sudah diperiksa oleh dokter rutan.

Diketahui Zakir kembali disidangkan dalam perkara tindak pidana pencucian uang. Berdasarkan penyelidikan, polisi menyita seluruh harta benda milik Zakir yang ditaksir mencapai Rp8 miliar. Harta benda itu berupa 6 unit rumah dan bangunan. Sedangkan aset bergerak berupa mobil yang telah disita polisi. Uang itu disebut, sebagai hasil transaksi narkoba yang selama ini dilakukan Zakir.

Terpisah, Kepala Rutan Tanjunggusta, Theo Adrianus Purba saat dikonfirmasi wartawan belum menjawab.

Nomor HP-nya saat ditelpon tidak diangkat dan chat dari WhatsApp juga belum dibalas. (SB/AFS)