Kejari Medan Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp 2 Miliar Lebih

sentralberita|Medan~Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan memusnahkan barang bukti senilai Rp 2 miliar lebih hasil dari berbagai tindak pidana kejahatan yang sudah inckrah (Hukum yang tetap) hingga bulan Juni 2020 dihalaman depan Kejari Medan.

Pemusnahan barang bukti ini juga disaksikan oleh perwakilan lembaga, seperti Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, Wakil Ketua PN Abdul Aziz, serta perwakilan BNN dan Dinas Kesehatan Kota Medan.

Kepala Kejari Medan Dwi Setyo Budi Utomo memaparkan pemusnahan barang bukti ini upaya Kejari Medan dalam mendukung program pemerintah meminimalisir dan mengantisipasi maraknya peredaran narkoba.

“Adapun barang bukti yang dimusnahkan antara lain kasus narkotika sebanyak 782 perkara dengan rincian sabu-sabu seberat 2.300 gram atau senilai Rp 2,3 miliar, ekstasi seberat 129,020 gram atau senilai Rp 55 juta serta ganja seberat 1 Kg lebih atau senilai Rp 1 juta,” kata Kajari Medan itu.

Sedangkan barang bukti lainnya berupa kasus Keamanan Negara dan Ketertiban Umum sebanyak 93 perkara terdiri dari kasus obat-obatan dan makanan, kasus perjudian, ITE, penganiayaan. Serta ada juga barang bukti kasus Oharda terdiri dari kasus pembunuhan, pencurian, penipuan dan penggelapan dengan total 205 perkara.

“Pemusnahan dilakukan dengan dua cara yakni untuk narkoba jenis sabu dan ekstasi dimusnahkan dengan cara diblender dan limbahnya dibuang ditempat yang aman sedangkan lainnya dimusnahkan dengan cara dibakar,” ujarnya.

“Untuk khusus narkotika jenis sabu, kita musnahkan dengan cara diblender, sedangkan yang lain lainnya kita bakar,” katanya.

Selain itu, mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik yaitu transparan, efektif dan efisien, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan

“Kegiatan pemusnahan barang bukti merupakan tindak lanjut tugas dan kewenangan jaksa selaku eksekutor dalam melaksanakan amar putusan terkait barang bukti yang perkaranya telah memperoleh kekuatan hukum tetap,” pungkasnya.(SB/FS )