Hipakad Sumut Berikan Bantuan kepada Ratusan Janda TNI AD

sentralberita|Medan~DPD Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Sumut, kembali menggulirkan bantuan sembako kepada ratusan janda TNI AD (Warakawuri) di dua kecamatan di Kota Medan, Minggu (19/07/2020).

Bantuam paket sembako berupa beras, gula dan minyak goreng yang dilansir mengunakan truk Bekangdam I/BB itu, dilepas langsung Ketua DPD Hipakad Sumut Tommy Kemal ST dari kantor sekretariatnya Jalan Karya Medan menuju lokasi penyerahannya di Komplek CPM Jalan Cemara dan Arsama TNI Gelugur Hong Medan.

Ketua DPD Hipakad Sumut Tommy Kemal ST mengatakan, sangat mengapresi sekaligus berterimakasih kepada para pengurus karena berbuat setulus hati dan bahu membahu tanpa memikirkan rasa lelah,

hanya demi membahagiakan para istri anggota TNI AD yang gugur dalam tugas, dengan mengurangi sedikit beban ekonominya di masa pandemi covid-19, melalui pemberian bantuan paket sembako ini.

“Alhamdulillah kita sangat bersyukur kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa atas kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini. Betapa bahagianya hati ini, melihat unsur penasehat dan rekan rekan pengurus Hipakad Sumut,

hari ini kembali lagi mengerjakan tugas yang sangat mulia, yakni dengan rasa kepeduliannya mengadakan bakti sosial mebantu para Warakawuri yang turut terdampak pandemi Covid 19 sekarang ini, ” katanya.

Tommy mengharapkan bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi para penerima dan tugas mulia yang dilaksanakan pengurus Hipakad bisa menyebar ke seluruh wilayah dan menjadi bagian dari kebersamaan HIpakad untuk meringankan beban masyarakat.

Menurutnya, warakawuri atau janda TNI termasuk kelompok masyarakat yang mana suaminya telah memberikan sumbangsih besar bagi negeri. Sedikit bantuan ini memang tak ada artinya dibanding jasa dan pengorbanan yang telah mereka lakukan selama ini.

“Bantuan itu setidaknya bisa menjadi pesan bahwa kita senantiasa menemani mereka dan bersama mereka mengurangi beban hidup di tengah bencana corona. Intinya Hipakad selalu ada untuk masyarakat,” tandas Tommy.

Penyerahan bantuan itu, melibatkan Penasehat Hipakad Sumut Yan Surya Darma, Wakil Ketua,Tommy Jemie Budiarto Damanik, Darwinsyah, Ny Titien Sumarni, Wakil Sekda Anthony Malau SE, Ady Maulana, Loly Erwit,

May Siswani, Wakil Bendahara Syahrul Muhammad (Alung), Ir Amir Hasan,AVID, Dokumentasi Tumpal H Simanjuntak, Kelik Fayar Rahmadi Harahap, Ridwan Nasution, Chacha Nasution, Suprayogï SM, Lukas simanjuntak, Onny Nasution, Suarni, Medinawaty SH, Siti Rahma Tanjung, Neneng, DPC Deli Serdang Herman sinaga, Nyoto S, Tomy AR Ketua DPC

Deli Serdang Zulkarnain Batubara, Deva Peranginangin dengan Kordinator penerima sembako di Asrama Zipur dan CPM Brayan Bengkel Chairuddin SH dan Fitrie Sinaga.

Sementara, rasa sukacita penuh keharuan, sempat ‘pecah’ saat para janda TNI AD itu menerima bantuan sembako yang secara simbolis diberikan secara bergilir mulai dari Ketua Hipakad Sumut Tommy Kemal ST sampai kesemua pengurus tingkatan.

“Alhamdulillah,terimakasih kami kepada Hipakad yang mau peduli terhadap nasib kami dan kami hanya bisa mendoakan semoga Hipakad dibawah kepemimpinan Tommy Kemal ST dan pengurusnya, dimurahkan

Allah rezekinya dan semakin sukses ke depannya” tutur Ibu Hamidah dan beberapa warakawuri yang tampak menitikkan air mata rasa haru bahagianya saat di wawancari wartawan usai menerima bantuan di komplek CPM Jalan Cemara Medan.

Hal senada juga diungkapkan sejumlah janda TNI AD yang menenteng paket bantuan, saat dicegat wartawan di Gelugur Hong, mereka saling bersahutan “mengamini” ketika salah seorang diantaranya dengan mata berkaca kaca menyampaikan doa nya untuk kesuksesan Hipakad pemberi bantuan tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua Jemie Budiarto Damanik dan Koordinator Baksos Darwinsyahbuddin Isa sempat geram dengan adanya upaya pihak tertentu yang ingin menghalangi tugas mulia putri putri TNI AD yang ingin

menjalankan misi kemanusiaannya memberi bantuan sembako tersebut lantaran truk bekangdam I/BB yang akan mebongkar muat logistik bantuan sempat tak bisa masuk ke halaman kantor Hipakad karena pintu pagarnya terkunci.

“Kami sudah dapatkan identitas si pelaku pengembokan itu dari pedagang yang kecewa karena tak bisa berjualan, lantaran barang dagangannya jadi tak bisa keluar karena penggembokan, padahal dia terus membayar biaya penitipan tiap bulannya pada si pelaku.

Pelakunya ini mungkin seorang “pemakai” ya, karena tak tau dia kalau kantor ini adalah milik Kodam I/BB,” tegas Darwin dan Budi.(SB/AR)