Fantastis, di Bawah Kepemimpinan H.Surya,Bsc, Baznas Asahan Tidak Pernah Diaudit

Ketua Baznas Kabupaten Asahan Priode 2019-2023

sentralberita|Kisaran~Sejak Kepemimpinan Mantan Wakil Bupati Asahan H.Surya,Bsc yang menjabat sebagai Ketua Umum masa bakti 2011-2014 sampai masa vakum kepengurusan per Februari 2019 atau lebih kurang 9 tahun lamanya, Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas) Kabupaten Asahan tidak pernah diaudit.

Hal itu terungkap setelah adanya pengakuan dari dari Ketua BAZNAS Kabupaten Asahan, H.Ansa’ari Margolang kepada sentralberita.com saat ditemui diruang kerjanya,Jumat (3/7/2020) siang.

“Setahu saya tidak ada,karena dibuktikan tidak ada satu pun laporan hasil audit keuangan oleh lembaga auditor keuangan publik yang diserahkan kepemimpinan 2011-2014 kepada kami pengurus BAZNAS Asahan Maret 2019 -2023.”Ujar Ansa’ari.

Dikatakan Asa’ari,seharusnya sesuai dengan regulasi tentang pengelolaan dana ZIS,ada dua jenis audit yang harus dijalankan.

Pertama adalah audit keuangan oleh lembaga auditor publik dan audit syariah oleh Kantor Kementerian Agama. Kedua jenis audit tersebut harus dilakukan tiap tahun sebagai bentuk transparansi penggunaan uang umat tersebut kepada publik.

Ansa’ari menegaskan, jabatan kepengurusan BAZNAS Asahan diserahkan kepada pihaknya sebagai pengurus Komisioner BAZNAS Asahan tahun 2019-2023 oleh Bupati Asahan H.Surya, Bsc pada Maret 2019,

setelah masa vakum 4 tahun BAZNAS Asahan tanpa kepengurusan. Penyerahterimaan jabatan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Asahan sebagai Ketua Umum BAZNAS Asahan priode tahun 2011-2014.

“Saat diserahterimakan tidak ada penyampaian laporan hasil audit keuangan oleh lembaga auditor publik maupun laporan hasil audit syariah oleh Kemenag.

Serahterima jabatan saat itu hanya disertai penyerahan laporan pertanggungjawaban tanpa hasil audit,”ungkapnya.

Ansa’ari membeberkan, berdasarkan berita acara serah terima keuangan dan aset BAZNAS Asahan dari kepemimpinan H.Surya Bsc (2011-2014), kepada pihaknya, Surya menyerahkan dana keuangan sebesar Rp22,3

milyar lebih, dengan perincian saldo zakat sebesar Rp20,1 milyar lebih, saldo infaq sebesar Rp542,9 juta lebih dan bagi hasil bank sebesar Rp1,6 milyar lebih.

Saat ditanya apakah ada kemungkinan pencairan dana BAZNAS Asahan dimasa vakum tanpa kepemimpinan di tahun 2015- per Februari 2019, Margolang menyatakan belum tahu. “Kalau soal itu saya belum tahu. Karena saya belum baca seluruh LPJ pengurus yang lama,””jawabnya.(SB/ZA).