Satres Narkoba Labuhan Batu Tangkap BD Narkoba Residivis Kambuhan

sentralberita|Labuhanbatu~ Satres Narkoba Labuhan Batu menangkap BD Narkoba Residivis Kambuhan,Jumat (5/6 2020)di Gg.Pendidikan Simpang Mangga Atas Kel.Bakaranbatu Kec.Rantau Selatan Kab.Labuhanbatu dengan tersangka ArdiansyahH( 47).

Menurut Kasat AKP Martualesi, Minggu (6/5/2020) barang bukti yang ditemukan 1 buah plastik Klip transparan yang diduga berisi Sabu Berat Bruto 61,80 Gram, buah bong lengkap dengan kaca pirek, 1 buah timbangan elektrik, 1 buah plastik klip yang di dalamnya berisikan plastik klip kosong.2(dua) buah handpone bermerek vivo dan samsung.

Dijelaskan, Sat Narkoba Polres Labuhan Batu dipimpin Kasat AKP Martualesi Sitepu dan Kanit IDIK II IPDA Tito bersama team mendapat informasi adanya pengedar narkoba
Gg meresahkan masyarakat, ditindaklanjuti dan dilakukan penggrebekan di rumah milik tersangka.

Saat tiba di TKP, pintu rumah dalam keadaan tertutup dan terkunci, selanjutnya personil memanjat ke Lantai 2 dan mengamat AC dalam posisi hidup.

lDidampingi kepling, pintu samping di Lt 2 dibuka secara paksa dan menemukan tersangka sedang tidur di dalam kamar keadaan memakai celana dalam

.

Kemudian Team melakukan penggeledahan dan ditemukan 1(satu) buah tas kecil berwarna ping yg di dalamnya berisikan plastik klip sedang berisi narkotika jenis sabu,plastik klip kosong dan juga timbangan elektrik.

Setelah di introgasi tersangka menjelaskan bahwa narkotika jenis sabu tersebut dia peroleh dari saudara Endol yang bertempat tinggal di Medan.

Selanjutnya dilakukan pengembangan namun no HP terduga pelaku tidak aktif,lalu tersangka dan seluruh barang bukti ke kantor satres Sarkoba Polres Labuhanbatu untuk di proses secara hukum yang berlaku.

Dari hasil pemeriksaan awal terhadap tersangka adalah seorang residivis dalam kasus kawin halangan dan kasus tindak pidana narkotika yang di vonis 4,5 tahun dan selesai menjalani hukuman tahun 2016.

Tersangka diduga sudah lama menjalankan bisnis haramnya dan sudah menjadi target dan beberapa kali rumahnya pernah digrebek, namun keadaan dirumah sudah dimodifikasi sehingga bisa meloloskan diri.

Tersangka dijerat dengan pasal 114 Sub 112 UURI NO.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.(SB/01)