Dua “Udin” Bandar Sabu 30 Kg Asal Aceh Dituntut Mati

sentralberita|Medan~Dua warga asal Aceh dituntut mati di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (5/6). Keduanya terlibat peredaran sabu seberat 30 kg yang hendak diedarkan di Kota Medan.

“Menuntut masing-masing terdakwa dengan pidana mati,” tegas Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria Tarigan di hadapan majelis hakim yang diketuai Ahmad Sayuti.

Kedua terdakwa adalah Syarifuddin M. Jafar alias Pudin (41) warga Dusun Meunasah Desa Seuneubok Lapang, Kec Darul Ihsan, Kab Aceh Timur dan Saifuddin alias Udin (43) warga Dusun Paloh Lada Desa Paloh Lada, Kec Dawantara, Kab Aceh Utara.

Menurut jaksa, perbuatan kedua pria yang hanya tamatan SD ini sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 (2) Jo. Pasal 132 (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa untuk menyampaikan pembelaannya yang akan dibacakan pada sidang berikutnya.

Sementara itu, dikutip dari dakwaan jaksa dijelaskan, kasus ini berawal pada 11 November 2019 lalu Syarifuddin dihubungi oleh seseorang yang bernama Nanda mengajak kerja antar sabu ke Medan.

Kemudian Syarifuddin mengajak Saifuddin dan mengatakan apabila sabu tersebut telah sampai ke tangan penerima, mereka akan mendapat upah sebesar Rp40 juta.

Lalu, Nanda memerintahkan keduanya berangkat dari Aceh Utara menuju Aceh Tamiang menggunakan bus untuk menemui orang suruhannya bernama Ompong.

Dalam pertemuan tersebut Ompong memberikan kunci mobil Toyota Avanza warna hitam No. Pol: BL 1180 UL, dan mengatakan bahwa di dalam mobil ada paket sabu.

Selanjutnya Syarifuddin dan Saifuddin berangkat menuju Medan dengan menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam No. Pol: BL 1180 UL tersebut.

Sesampainya di pintu masuk Tol Megawati, Kec Sunggal, Kab Deliserdang, mobil mereka dihentikan petugas kepolisian.

Saat diperiksa ditemukan 1 tas jinjing warna hitam yang berisi 30 kg sabu. (FS)