Bangunan Tanpa SIMB, Syaid Muhsy: “Bagaimana Rakyat Patuh Sementara Bupatinya Tidak Patuh Administrasi”

Ketua DPD Pekat IB Kabupaten Asahan Syaid Muhsyi

sentralberita~Kisaran~Semakin menjamurnya bangunan yang tidak memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan ( SIMB ) serta pelanggaran terhadap Peraturan Bupati nomor 1 Tahun 2012 tentang Garis Sempadan Bangunan ( GSB ) yang ada di pusat inti Kota Kisaran dinilai sebagai dampak dari tidak patuhnya H.Surya,Bsc selaku Bupati Asahan terhadap Administrasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Asahan.

Hal itu dikatakan Ketua DPD Pekat IB Kabupaten Asahan Syaid Muhsyi saat berbincang dengan sentralberita.com di salah satu warkop Jalan Imam Bonjol Kisaran, Jumat ( 20/6/2020) siang.

“Bagaimana masyarakat mau patuh pada administrasi sementara Bupatinya sendiri tidak patuh akan administrasi yang berlaku di daerah yang dipimpinnya.” Ujar Syaid Muhsyi.

Menurut Syaid,wajar saja kalau saat ini ada masyarakat yang sedang melaksanakan pembangunan baik itu bangunan berbentuk rumah tempat tinggal, bangunan tempat usaha (Ruko) maupun bangunan berbentuk gudang yang tidak memiliki SIMB, hal itu di karena kan H.Surya,Bsc selaku

Bupati Asahan sudah memberikan contoh yang tidak baik kepada masyarakat dengan melaksanakan pembangunan rumah pribadi miliknya tanpa terlebih dahulu mengurus SIMB nya.

“Kita sama lihat bagaimana proses pembangunan rumah milik H.Surya,Bsc yang berada di jalan Batu Permata Kelurahan Sidodadi Kisaran Barat, rumah itu dibangun dulu baru di buat ijinnya bahkan ada dugaan

pelanggaran Perbub tentang GSB dan dalam hal adanya bangunan milik masyarakat yang belum memilki ijin maupun melanggar GSB kita ngak bisa menyalahkan masyarakat seutuhnya karena sudah ada yang ngasi contoh.”Tegas Syaid.

Dikatakan Syaid,apabila pihak terkait dalam hal ini pihak Sat Pol PP ingin memberikan tindakan terhadap bangunan yang tidak memiliki ijin tersebut dirinya berkeyakinan si pemilik bangunan pasti akan memberikan jawabban kenapa pejabat boleh,kami tidak boleh.

“Penerapan aturan itu jangan tebang pilih, alangkah dzolimnya penguasa jika penerapan peraturan itu hanya berlaku kepada orang kecil saja.”Tutup Syaid.

Pada pemberitaan sebelumnya disebutkan karena tidak adanya ketegasan dari pihak terkait, saat ini di inti kota Kisaran menjamur bangunan yang tidak memiliki Surat Ijin Mendirikan Bangunan ( SIMB ) serta melanggar Perbub nomor 1 tahun 2012 tentang Garis Sempadan Bangunan ( GSB ).

Seperti 1 unit bangunan di jalan Pondok Indah Kelurahan Sei Renggas,1 Unit bangunan ruko di jalan Malik Ibrahim Kelurahan Kisaran Baru.

3 unit bangunan ruko di jalan Cokro Aminoto Kelurahan Mekar Baru Kecamatan Kota Kisaran Barat,2 unit bangunan di jalan Pramuka Kekurahan Tebing Kisaran serta 1 unit bangunan rumah pribadi milik

H.Surya,Bsc di jalan Batu Permata Kelurahan Sidodadi Kecamatan Kota Kisaran Barat yang SIMBnya dibuat setelah bangunan mencapai 70 persen.(SB/ZA)