Korupsi Dispora Sumut ,Sujamrat Divonis 1 Tahun Penjara

sentralberita|Medan ~Drs Sujamrat M,M (58) selaku Kuasa Pengguna Anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora ) Sumut, divonis satu tahun penjara, karena terbukti bersalah, secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi sebesar Rp 1,5 miliar lebih, proyek Renovasi Lintasan Sircuit Atletik PPLP Sumut TA 2017.

Majelis Hakim Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Medan diketuai Safril Batubara yang bersidang di Ruang Cakra-8 secara teleconference (online),

Rabu (22/4/2020), juga menjatuhkan denda kepada terdakwa Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara. Sedangkan uang pengganti (UP) kerugian negara disebutkan sudah dibayar terdakwa Rp 674 juta.

Menurut majelis hakim, terdakwa terbukti bersalah, melanggar Pasal 3 jo. Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No .20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Selain terdakwa Sujamrat, majelis hakim yang sama, pekan lalu, juga telah menjatuhkan vonis kepada Deddy Octavardian dan Junaedi masing satu tahun penjara denda Rp 50juta subsider 3 bulan kurungan.

Terkait uang pengganti, Doddy diwajibkan mengganti sebesar Rp 800juta lebih, sedangkan Junaedi wajib mengganti kerugian negara sebesar Rp 35 juta.

Putusan majelis hakim lebih ringan dibanding tuntutan JPU Agustina dkk, yang menuntut ketiga terdakwa masing 1,5 tahun penjara denda Rp 50juta subsider 6 bulan kurungan.

Penasihat Hukum Sujamrat, Hary Azhar dari kantor advokat Sahruzal Yusuf & Associates menyatakan, menerima putusan hakim. Sedang menyangkut uang pengganti (UP) kerugian negara dijelaskanya telah dibayar terdakwa.

” UP telah dititipksn terdakwa di kejari, sebelum pembacaan tuntutan,” ujarnya kepada wartawan, usai sidang.

Sesuai dakwaan, awalnya Desember 2016 , terdakwa Sujamrat bersama-sama Junaedi selaku Direktur PT.Rian Makmur Jaya dan Deddy Octavardian, Direktur PT.Pajajaran Multicon mengerjakan paket kegiatan Renovasi Lintasan Sircuit Tartan Atletik PPLP.

Uniknya, saat proses pelelangan dan pada tahap evaluasi adminstrasi, evaluasi teknis dan evaluasi harga, ternyata PT.Tamarona Putri Masro dengan nilai penawaran lebih rendah Rp.4 miliar dinyatakan tidak lulus.

Sebaliknya, PT.Rian Makmur Jaya yang nilai penawarannya lebih tinggi yaitu Rp.4.629.496.850, dinyatakan lulus administrasi, teknis maupun harga oleh Tim Kelompok Kerja ( Pokja ).

Terkait hasil lelang, JPU menilai, Sujamrat bersama dengan Junaedi dan Deddy Octavardian telah mengetahui kalau harga pembelian barang yang sebenarnya adalah lebih murah.

Selaku KPA, terdakwa dengan maksud menambah kekayaan atas penerimaan komitmen fee, menyetujui pembayaran dan telah melakukan pencairan anggaran .

Akibat perbuatan terdakwa secara bersama-sama telah menimbulkan kerugian negara Rp1.537.273.395. (SB/FS)