Sosper Edi Saputra, “Tidak Ada Aktifitas Masyarakat yang Tak Menghasilkan Sampah”

sentralberita|Medan~Anggota DPRD Medan,Edi Saputra,ST menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No. 6 Tahun 2015 tetang “Pengelolaan Persampahan”, Senin (17/2/2020) malam di Jalan Mandala By Pass Medan. Selain dihadiri ratusan warga masyarakat juga Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemko Medan, Muhammad Yamin Daulay.

Diawali do’a, Sosper yang dilaksanakan Komisi I DPRD Medan itu mendapat perhatian menarik dari warga yang kebanyakan mak-mak. Pasalnya, mereka mendapat penjelasan yang akurat dari Edi Saputra maupun dari Dinas Kebersihan dan Pertanaman yang selama ini tentang sampah menjadi perbincangan hangat di kota Medan.

Lebih-lebih seusai Sosper, Edi Saputra membagikan KTP, Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran kepada warga yang selama ini diurusnya secara gratis sebagai bukti nyata atas terima kasihnya kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan menjadi anggota DPRD Medan dari Partai Amanat Nasional.

Dalam sambutannya Edi Saputra, ST pada Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No. 6 Tahun 2015 tetang “Pengelolaan Persampahan” itu menyampaikan, bahwa sosialisasi dilakukan agar masyarakat mengetahui aturan pengelolaan sampah, sehingga diharapkan kelak munculkan kesadaran untuk tidak sembarangan terhadap sampah.

“Jika sembarangan terhadap sampah, selain merusak keindahan, juga bisa menimbulkan penyakit, bahkan ada sanksinya lagi sebagiamana diatur dalam Perda No. 6 Tahun 2015 yang kita sosialisasikan ini,”ujar Edi dari Fraksi PAN DPRD Medan itu.

Lagi pula katanya menambahkan, kebersihan itu semua agama menganjurkan. Bahkan dalam Islam, “Kebersihan itu sebagian dari iman”. Ibu-ibu berpakain saya lihat bersih-bersih sehingga cantik-cantik datang kemari, jika sampah di rumah pun di tempatkan pada tempatya susana rumahpun akan indah, begitu juga pekarangan dan jika masing-masing begitu lingkungan pun ikut bersih dan akhirnya indah,”ujar Edi disambut tawa warga yang berhadir.

Menurut Edi, tanggung jawab pengelolaan sampah sesunggunya tanggung jawab bersama antara Pemerintah dengan masyarakat.”Saya harapkan melalui pertemuan sosialisasi ini munculkesadaran yang dimulai dari rumah masing-masing kita. Pemerintah juga kita minta agar terus membenahi dan mengevaluasi apa yang sudah dan belum dilakukannya terhadap sampah di kota Medan ini,”ujar Edi.

Sementara itu, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemko Medan, Muhammad Yamin Daulay menyatakan, semua orang sesungguhnya bertanggung jawab terhadap sumber sampah yakni dari rumah tangga. Terutama sampah jenis plastik sangat merusak kesehatan. Namun sampah, katanya juga bisa menjadi peluang dan ancaman.

Pihan ada ditangan kita, botol aqua saja misalnya bisa dimanfaatkan bernilai keindahan, bahkan tutupnya juga bernilai ekonomi,”ujarnya.

Harus disadari, tidak ada aktifitas masyarakat yang tidak menghasilkan sampah. Sehingga setiap harinya sampah di Medan mencapai 2000 ton.

Pemerintah dalam ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemko Medan telah dan terus membenahi untuk mengurangi sampah dengan fasilitas dan sarana prasarana yang ada.Paling tidak, katanya bagaimana menghilangkan sampah dari pandangan mata. Namun kedepan bagaimana sampah hilang dengan bermanfaat,”ujar Yamin.

Sambil menyampaikan sanksi sembarangan membuang sampah tiga bulan dan denda 10 juta.Yamin mengharapkan dengan keterbatasan sarana yang ada agar masyarakat bisa menjaganya dan tidak merusaknya, karena ada juga yang hilang.

“Jangan segan untuk menegur dan mengingatkannya bahkan melaporkannya jika mengetahui,”ujarnya seraya menyampaikan ada Koorcam dan mandor soal sampah.

Dia juga mengungapkan, untuk mengurangi sampah tidak hanya semua ke tempat Pembungan akhir dan tak perlu ditangkap dulu baru tertib dan kemudian muncul kesadaran.

Dalam dialog Riki Herianto mengutarankan, ada petugas sampah yang enggan mengangkat sampah. Terhadap hal itu, Yamin langsung akan menertibkannya dan akan menemui yang bersangkutan.

Kemudian terhadap pertanyaan dari Sri Hartini, kenapa banjir tak tak teratasi. Yamin maupun Edi menjelaskan hal tersebut banyak faktor, salah satunya terkait dengan sampah yang menutup draenasi. Karena itu, dengan tidak sembarangan membuang sampah akan mengantisipasi banjir, karena air tidak tertutup alirannya.

Merasa Warga Indonesia

Usai sosialisasi, sebagaian besar masyarakat yang berhadir banyak diurus pihak Edi Saputra, KTP, KK dan akte kelahiran melalui “Rumah Peduli” dengan gratis sebagai kepedulian dan pengabdiannya secara nyata kepada masyarakat yang telah memberi kepercayaan menjadi anggota DPRD Medan.

Ketika penyerahan adminstrasi kependudukan itu, salah seorang bernama Lasmi Sihombing yang menyampaikan kesannya mewakli teman-temannya yang menerima KTP, KK dan akte kelahiran itu merasa bangga dan berterima kasih atas jasa dan kebaikan anggota DPRD Medan Edi Saputra.

Dia bercerita, selama ini Kartu Kelurga tak pernah bisa diurusnya walau dananya dah keluar. “Dengan dapat KK ini, saya baru merasa warga Indonesia walau saya sudah berumur 52 tahun, malam ini saya bangga dan senang hati”ujarnya dengan nada sedih.

Sambil mengucapkan merasa ada wakilnya di DPRD Medan dan punya arti untuk masyarakat menolong orang yang dalam kesusahan, Lasmi Sihombing berulang kali mengucapkan terima kasih sambil memeluknya, sehingga menjadi pemandangan haru bercampur senyum bagi yang lainnya.

Edi mengaku, bantuan untuk mengurus administrasi masyarakat itu sudah sejak lama dilakukannya bahkan sebelum menjadi anggota DPRD Medan. Hingga saat ini sudah puluhan ribu yang diurus secara gratis untuk masyarakat.

“Saya hingga saat ini, lebih-lebih telah menjadi DPRD Medan konsisten memperjuangkan aspirasi warga dan melalu “Rumah Peduli” yang saya buat setiap harinya masyarakat berurusan dan menampung bermbagai permasahan, bahkan tak sedit persoalan rumah tangga, persoalan narkoba dan lain sebagainya,”ujar Edi seraya mengharapkan semoga kebersamaan yang ada saat ini selau bersama, jangan ada dusta diantara kita, katanya.

“Hidup ini tak ada yang tak pake surat, sejak lahir hingga meninggal ada suratnya, makanya saya konsisten membela persoalan administrasi kependudukan ini,”ketika diminta komentarnya.(SB/01)

Comments