Pengelolaan Perkebunan Sawit Rawan Korupsi

Ganjar Laksmana Bonaprata, dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia di Hotel Grand Aston Medan Kamis (13/2/2020).

sentralberita|Medan~Sektor perkebunan kelapa sawit terus berkembang dan merupakan pendorong utama pembangunan ekonomi Indonesia baik di tingkat nasional maupun lokal dan salah satu bisnis pendorong pengentasan kemiskinan dengan mempekerjakan sekitar 5,6 juta orang, namun sektor ini juga rentan akan praktik korupsi.

Untuk mengkaji masalah tersebut, Center for International Private Enterprise (CIPE) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) didukung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar lokakarya pencegahan korupsi di bisnis kelapa sawit selama dua hari, Kamis dan Jumat (13-14/2/2020 di Hotel Grand Aston Medan.

Lokakarya itu berlangsung di lima kota di Indonesia, terakhir Medan (13-14 Pebruari 2020). Jakarta 31 Oktober 2019, Samarinda 13-14 Nopember 2019, Pontianak 27-28 Nopember 2019 dan Pekanbaru 11-12 Januari 2020.

Pembicara pada lokakarya itu Ganjar Laksmana Bonaprata, dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia, narasumber KPK untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan korupsi dan kejahatan korporasi. Yunety Tarigan, konsultasi CIPE yang memaparkan terkait Good Corporate Governance. Dari KPK, yang memiliki pengetahuan yang kuat terkait membangun strategi pencegahan korupsi di sektor swasta.

Latar belakang lokakarya itu karena selama ini belum adanya desain tata kelola yang terintegrasi dari hulu ke hilir sebuah kondisi yang tidak memenuhi prinsip keberlanjutan pembangunan di industri kelapa sawit.

Yunety Tarigan, konsultasi CIPE menyebut korupsi di usaha perkebunan kelapa sawit bukan saja berdampak terhadap pemasukan negara tetapi juga terhadap perusahaan yang harus menanggung biaya lebih tinggi sehingga tujuan untuk mensejahterakan pegawai dari hasil pendapatan sulit terwujud.

Padahal kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis dalam perekonomian Indonesia serta sektor yang mendukung program pengentasan kemiskinan karena membuka peluang kesempatan kerja yang besar bagi masyarakat lokal.

Peserta dari anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)., sektor growers dan pelaku Usaha sawit lainnya.

Sebagai informasi, CIPE adalah sebuah lembaga yang beralamat di 1211 Connecticut Avenue NW Suite 700, Washington DC, 20005 dengan nomor kontak (202) 721-9200.

Ganjar Laksmana Bonaprata dalam paparannya berjudul “Membangun Budaya Anti Korupsi” mengatakan korupsi itu kejahatan luar biasa ketika korbannya tidak merasa menjadi korban. Bahkan bisa saja korban sekaligus pelaku.

Ia juga menyangkal perkataan selama ini kalau korupsi itu budaya. Padahal korupsi itu bukan budaya. Kalau dikatakan budaya ya budaya itu dilestarikan. “Gak mungkin dong kalau koruptor menjadi bagian dari budaya maka disebut budayawan,” ungkapnya.

Menurut dia, kalau budaya itu harus memenuhi tiga syarat yakni artistik, estetika dan beauty.(SB/Wie)