Komisi II Beri Waktu 2 Bulan untuk Normalisasi Parit PT KIM

sentralberita|Medan~Ketua Komisi II DPRD Medan membetikan waktu 2 bulan kepada PT KIM minta kesepakatan PT KIM  untuk mengatasi banjir akibat  air limbah yang berasal dari  PT KIM saat hujan tiba, yang mengakibatkan rumah di kawasan penduduk sekitarnya banjir.

“Kami memberi waktu 2 bulan untuk normalisasi  parit yang mengalir ke rumah penduduk, jika tidak ada normalisasi maka akan ditutup parit tersebut” tandas Aulia.

” Tolong hargai masyarakat, kenapa sampai saat ini tidak ada penyelesaian, artinya PT KIM tidak becus melakukan pengawasan air limbah yang mengalir ke rumah penduduk padahal sudah ada kesepakatan antara KIM dengan masyarakat” tandas Aulia .

Menurutnya, pembagian nasi bungkus kepada masyarakat disaat banjir sebaiknya dialihkan untuk pembuatan sumur  resapan air , dan jika memang perlu memakai dana CSR. Karena dalam setahun sudah 2 kali banjir yang dampaknya sawah masyarakat dialiri air limbah sehingga padi menjadi mati.

Ilmi Abdullah Dir. Operasi dan Pengembangan PT KIM mengatakan KIM hanya perlintasan,  dimana air yang berasal dari berbagai kawasan masuk  ke KIM 100  persen, tapi yang keluar hanya 30 persen, sehingga air menjadi tergenang.

PT KIM sudah berupaya, walau belum sempurna, karena masih sebatas koordinasi.Bukan hal mudah untuk mengatasi banjir di kawasan KIM.

“Kami tidak bisa mengambil langkah sendiri, karena hrs koordinas harus  dengan  Pemprov, Pemko Medan dan Pemkab Deli Serdang. KIM sudah  termasuk master plan. Pemberian nasi kepada masyarakat semata untuk  empati saja saat banjir.

” Saya sangat menghargai, tolonglah sama sama kita kita perbaiki”.

H. Surianto, SH Minta solusi atas komitment pihak KIM unt mengatasi banjir. Hika tidak ada solusi agar ditembok sja parit yg mengalir dr Kim k masyarakat

Heri Bolon mewakili  Forum anti limbah dan banjir ( Formalin-B)tokoh masyarakat dari kelurahan Tangkahan Kec. Kec. Medan Labuhan mengatakan

Pemasangan dinding parit kanal sudah runtuh akibat banjir, apa kebijakan yg akan diambil agar air limbah yg baunya luar biasa, masyarakat Tangkahan terkena imbasnya.

Isi kesepakatan, mmbuang limbah yg sesai aturan pemerintah, dlm 60 hr blm ada pmbentengan perbaiki dinding yang rusak dengan tidak mengabaikan pendalaman.(SB/01)