Kajian Rutinitas Ikal SMP Negeri 3 Medan, Orangtua Harus Dahulukan Pendidikan yang Diutamakan

sentralberita|Medan~Di zaman penuh fitnah ini, sering kita dapati orang tua yang tak bisa membedakan mana pendidikan utama dan mana pendidikan yang sampingan,” kata Ustadz Muhammad Daud Manurung, SPdi pada Kajian rutin Badan Kerohanian & Mental Islam IKAL SM0 Negeri 3 Medan, Korwil Sumatera, Minggu, 9 Februari 2020.

Umumnya, kata Daud, orangtua terkecoh dengan angka-angka, nilai akademik dan janji-janji artificial. ” Banyak orangtua mengantarkan anaknya les bahasa Inggris dan matematika, dengan harapan IQ nya cemerlang dan indeks prestasinya terdongkrak,” tambah Daud lagi.

Namun,” beberapa orang tua lainnya mengikutkan anak-anak mereka ikut les balet, piano, dll sementara di sisi lain mereka lupa pendidikan tauhid. Bagaimana anak-anaknya mengenal sang Pencipta, Allah Azza Wa Jalla. Bagaimana agar anaknya kelak memiliki rasa malu, menjaga aurat, membatasi lawan jenis dan lain-lain. “

Yang terjadi, kata Daud, justru kebanyakan orang tua bangga anak-anak putri mereka dijemput pacarnya. ” Seolah-olah jika anak mereka tak punya pacar, mereka khawatir anak perempuannya tidak laku,” ungkap Daud lagi

Apakah semua kursus-kursus itu dilarang? ” Tentu saja tidak. Tapi, harus didahulukan mana yang lebih diutamakan, tauhid mereka atau sekedar keahlian mereka yang bisa diajarkan beberapa minggu saja.”

Menurut Daud, jauh-jauh hari, Allah memperingatkan para orangtua agar menjaga anak-anak mereka. ” Sebab dari merekalah kita bisa ikut terseret ke neraka jahanam.”

“ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat malaikat yang kasar, yang keras dan mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”(QS.At-Tahrim:6).”

Menurut Daud, Imam Al Ghazali mengatakan pendidikan utama bagi anak-anak adalah pendidikan agama. ” Karena di situlah pondasi utama bagi pendidikan keluarga. Pendidikan agama ini meliputi pendidikan aqidah, mengenalkan hukum halal-haram memerintahkan anak beribadah (shalat) sejak umur tujuh tahun, mendidik anak untuk mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarganya, orang-orang yang shalih dan mengajar anak membaca al-Qur’an.”

“ Hendaklah anak kecil diajari al-Qur’an hadits dan sejarah orang-orang shalih kemudian hukum Islam.” Baru setelah itu diajarkan pada mereka pengetahuan umum.

Badan Kerohanian & Mental Islam SMP Negeri 3 Medan, Korwil Sumatera, sudah delapan kali mengadakan forum Kajian & Diskusi Keagamaan yang diadakan di Mushalla SMP N 3 Medan, setiap dua bulan sekali.

Februari ini tuan rumahnya ditunjuk dari Angkatan tahun 83′. Pengajian diikuti mulai dari Angkatan 70 an, 80 an, 90 an dan 2000 an.

Dari mulai pembawa acara Gusniati Tarihoran, qori Rahmad Pramulia dan sari tilawah Saniel Zahera, semua dihandle oleh Angkatan 83′.

Kata sambutan dari tuan rumah sendiri yang disampaikan oleh Ketua Alumnus 83′ Rudi Ananda. Dilanjut kata sambutan dari Ketua Ikal SMP Negeri 3 Medan, Korwil Sumatera Zainal Arifin yang diwakili oleh Koordinator Badan Rohtal Islam, Junaidi Chaniago.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz, sekaligus mengirim doa untuk para guru, teman-teman alumnus SMP Negeri 3 khususnya para alumnus 83′ yang telah ‘berpulang’ ke Rahmatullah.

Kemudian dilanjut penyerahan infak/sodaqoh dari seluruh Alumnus 83′ pada Tahfidz Al Quran Yubasu Binaan Astrida Daulay 84′( Debbi Safinaz )

Comments