Aniaya Wanita Cantik, Duduk Di Kursi Pesakitan PN Medan

sentralberita|Medan ~Sidang perdana kasus penganiayaan  perempuan cantik digelar Pengadilan Negeri (PN) Medan. Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Syafril Batubara,menghadirkan  Rika Rosario Nainggolan (31) sebagai terdakwa, Rabu (26/2/2020).

Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum (JPU) Joyce Sinaga mendakwa Rika melakukan penganiyaan terhadap korban Rahma Dhea Saraswara. JPU mengatakan, akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka di bagian mata.

JPU mengatakan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Sabtu (7/9/2019) lalu sekira pukul 01.00 WIB dini hari. Berawal saat korban Rahma mengatakan kepada Rani , “Ini kok sendiri di Tembak”, kemudian saksi Rahma Dhea Saraswara menjawab, “Mana fotokan..serius kau? di Jakarta kok..gak salah lihat kakak..serius ”.

Kemudian Rani menyuruh Rahma datang ke Cafee dan Bar Shoot The Traders, Jalan Patimura, Medan. Saat tiba, menyaksikan Dedy Manihar Matondang yang pada saat itu sedang berdiri bersama dengan terdakwa Rika Rosario Nainggolan.

“Lalu Rahma menolak pundak kiri Dedy, namun terdakwa Rika Rosario Nainggolan yang berdiri di depan Dedy langsung marah dan berkata“ Kau siapa? Ada urusan apa di sini? ” Lalu saksi Rahma menjawab, “Saya enggak kenal sama kamu, saya ada urusan sama Bang Dedy bukan sama kamu,” kata JPU.

Karena Bar Shoot Para Trader ramai, dan Rahma yang tidak mau ribut dengan terdakwa, langung keluar menuju parkiran dan masuk ke dalam mobilnya. Namun terdakwa yang dipindahkan Rahma dan diambil mobil Rahma agar tidak pergi dari Cafe.

“Terdakwa menyuruh Rahma turun dari mobilnya dan mengatakan, “Kau enggak tahu siapa aku di sini”. Lalu Rahma menjawab, “Saya nggak ada urusan sama kamu, kamu minggir, mobil saya mau keluar,” jelas JPU sambil menirukan cekcok di antara para korban dan terdakwa.

Namun terdakwa dengan tangan kanannya langsung memukul mata kanan dan kiri Rahma, sehingga Rahma terdorong ke belakang dan merintih kesakitan. Terdakwa menjambak rambut Rahma sambil kaki kanannya menendang paha kiri  sebanyak dua kali.

“Karena rambut Rahma dijambak oleh terdakwa, dia memutuskan melepaskannya. Namun terdakwa langsung menarik bajunya hingga robek. Lalu, dengan tangan kanannya, memukuk mata sebelah kiri Rahma, ”urai JPU.

“Kemudian Rahma masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan Cafee dan Bar Shoot The Traders tersebut.

Akibat perbuatannya, terdakwa dijeratakan dalam pengaturan dan diancam hukuman menurut Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana, ”jelas JPU. Usai pembacaan dakwaan oleh JPU, pemeriksaan hakim sampai pekan depan. ( SB/FS )

Comments