AFPI Perkirakan Penyaluran Pinjaman Dana Fintech 2020 Rp78T

sentralberita|Medan~Sosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperkirakan jumlah penyaluran pinjaman dana oleh Fintech P2P Lending di tahun 2020 sebesar Rp78 triliun, meningkat 42 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp55 triliun.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum AFPI, Sunu Widyatmoko pada OJK Institute Digital Disruption Dialogue yang dilaksanakan di Medan, Jumat (7/2/2020).

“Kami memprediksikan jumlah dana yang akan disalurkan di tahun 2020 meningkat 42 persen (Rp78 triliun), 25 persen dari market size (Rp315 triliun). Meskipun demikian, prediksi berdasarkan periode waktu hanya mampu menjelaskan kesesuaian (validitas) sebesar 96 persen,” ujarnya.

Sementara, sambungnya, dari 2017 hingga 2018 jumlah dana pinjaman yang disalurkan Fintech P2P Lending mengalami kenaikan yang sangat signifikan (567 persen) dari Rp3 triliun menjadi Rp20 triliun. Sedangkan, pada tahun 2019 meningkat 175 persen menjadi sebesar Rp55 triliun.

“Kenaikan yang sangat signifikan itu menunjukkan bahwa tingkat inklusi keuangan di Indonesia sudah semakin baik. Saat ini, tingkat

inklusi keuangan Indonesia berada di angka 67,8 persen,” terangnya.

Disebutkannya, Fintech berperan dalam meningkatkan inklusi keuangan. Diantaranya, Fintech memiliki jangkauan yang lebih luas (domisili bukan lagi menjadi alasan sulitnya mendapatkan akses keuangan), membuka akses pembiayaan usaha yang lebih mudah dan cepat, kemudahan

mengakses berbagai jenis layanan keuangan serta berkontribusi besar bagi pemberdayaan UMKM dan ekonomi lokal.

“Tak dapat ditampik, dampak Fintech P2P Lending terhadap perekonomian nasional sangat besar. Diantaranya, menyerap tenaga kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi (PDB), meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan pendapatan institusi ekonomi dan menurunkan angka kemiskinan dan gini ratio,” pungkasnya.

Ia menambahkan, saat ini kontribusi fintech masih dibawah tujuh persen dari total penyaluran kredit per tahun (modal kerja, investasi, konsumsi) dibanding dengan industri jasa keuangan lainnya. Namun, masih terbuka lebar untuk melakukan penetrasi pembiayaan terutama bagi UMKM dan individu.

“Kami dan penyelenggara Fintech P2P Lending secara bersama-sama akan terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Dengan melakukan berbagai kegiatan di berbagai wilayah Indonesia untuk mendorong pemerataan inklusi keuangan di seluruh wilayah Indonesia,” tandasnya.(SB/Wie)