Ratusan Massa Serbu Markas Preman, Disinyalir Sekap Ibu dan Bayi Umur 2 Bulan

Korban Encak tampak kelihatan pucat setelah dirinya disekap dan anaknya Septiani berusia 2 bulan disekap oleh preman di Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.

sentralberita|Medan~Disinyalir sekap Ibu dan Bayi umur 2 bulan, ratusan masyarakat Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, “Serbu” markas preman . Massa juga merusak dan membakar sebuah mobil, Sepeda motor serta markas, yang dijadikan tempat berkumpul para preman pimpinan berinisial A sebagaiman yang dimaksud.

Tidak hanya itu, Bahkan tiga orang diduga anggota preman itu dikabarkan sempat di massa masyarakat. Dikabarkan, masyarakat yang sudah terlanjur emosi, menyerbu bahkan menghajar ketiganya hingga babak belur, Sabtu (11/1/2020) malam .

Menurut ratusan massa di lokasi, Ibu dan bayi berumur 2 bulan yang diduga disekap oleh Preman yang dipimpin oleh A tersebut, menyulut Aksi amuk massa yang berjumlah tidak sedikit dan hakim sendir yang berjumlah ratusan orang bukan tak beralasan.

Selama ini aksi, A memang dikenal masyarakat disana sudah sangat meresahkan. Puncaknya, A dan beberapa anggotanya melakukan penyanderaan terhadap Encak (28) dan anaknya Septiana, yang baru berusia 2 bulan tersebut sangat pucat tampak ketakutan.

Menurut dari keterangan beberapa saksi di TKP, berawal penyanderaan yang dilakukan A dan pasukannya. Suami Encak, memiliki hutang kepada A. Tapi itu menurut massa hanyalah sebagai alasan untuk komplotan preman tersebut.

” Selama ini kami cukup diam, dan untuk kali ini karena sudah penyekapan Ibu dan anak usia 2 Bulan disekap oleh pihak preman komplotan A tersebut ya kami tidak tinggal diam, ” Ujar pria bemarga Sembiring Itu kepada Wartawan.

Tambahnya lagi, kejadian ini bukan hanya sekali, Penyekapan sudah kali kedua terjadi yang dilakukan oleh preman.

Bahkan, diakui masyarakat tersebut. Jika aksi penyanderaan ini sudah kali kedua. Terakhir dilakukan A dan kroni-kroninya pada hari Jumat tanggal 10 Januari sekitar pukul 04.00 pagi.

Untuk saat ini, kami mengambil langka agar menjadi perhatian penegak hukum dan peristiwa atau aksi premanisme serupa tidak terulang lagi,” ujar Sembiring mewakili ratusan massa.

Dengan nada sama, R Ginting menerangkan kepada Wartawan, hal itu tentu saja sudah tidak dapat ditolelir lagi oleh rekannya dan ratusan Warga Masyarakat. Belum lagi aksi pemerasan dan kejahatan lain yang dilakukan A dan melalui utusannya.

“Ini merupakan tindakan tegas kami untuk menyelamatkan dan menjawab segala kekesalan. Bayangkan saja, tega dia (A) menyandera bayi berusia 2 bulan itu. Dimanalah hati nuraninya,” tutup Ginting dengan nada kesal.

Hingga saat ini, diperkirakan tiga orang terluka, markas, mobil dan kereta dibakar massa hingga hangus ludes di TKP. Hingga akhirnya berkumpul. Mereka menyatukan kekuatan, sekitar 700 orang massa melakukan penyerangan markas A. Sayang, massa yang sudah beringas tidak menemukan A. Karena A, sudah keburu kabur. Namun, mereka mendapati 3 orang yang diduga merupakan kaki tangan A.

Merekapun melapiaskan amarah mereka. Ketiga orang itu habis menjadi bulan-bulanan massa yang dibakar emosi. Tidak sampai disitu, gubuk yang selama ini menjadi markas A dan kroninya dibakar. Demikian juga dengan mobil jenis Taft Rocky dan kereta milik A menjadi arang.

“Jadi ini merupakan murni gerakan menjawab kekesalan dan keresahan masyarakat selama ini. Sebab, tindakan A dan kroninya sudah sangat diluar batas kesabaran kami (masyarakat). Sementara, selama ini kami hanya menunggu dan terus menunggu tindakan tegas aparat yang tak kunjung datang,” jelasnya.

Melihat Situasi ditempat kejadian, Ratusan masyarakat hingga hari ini tampak berjaga-jaga dan masi memburu pelaku berinsial A tersebut.

Dari pantauan Koran Mimbar dilapangan, Aparat kepolisian dan TNI tampak berjaga Tepat di simpang Desa Tanjung Lenggang dan di Pante Sampah, sekitar 700 orang masyarakat melakuman suifing.

Selain mencari keberadaan A, masyarakat yang berkumpul dan berjaga untuk antisipasi terjadi serangan balasan. Sebab, mereka khawatir A dan kelompoknya diduga akan melakukan tindakan balasan kepada Warga sekitar.

” Kami menolak keras aksi premanisme dikampung ini,” tegas masyarakat.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Teuku Fahtir Mustafa mengakui, kondisi sudah aman dan kondusif dan sedang dalam penanganan pihaknya.

” Saat ini masih dalam penanganan, semua saksi kita perikas. Nanti hasilnya kami sampaikan lebih lanjut dan atas kejadian tersebut sudah 10 saksi yang kita periksa di Mapolres Langkat, ” Ujar Fathir kepada Mimbar, Sabtu (11/1/20).

Korban Encak tampak kelihatan pucat setelah dirinya disekap dan anaknya Septiani berusia 2 bulan disekap oleh preman di Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.