Pemuda Tapteng dan Sibolga Kecam Pernyataan Mantan Anggota DPRD Sumut

sentralberita|Medan~Kalangan masyarakat khususnya pemuda di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga mengecam pernyataan mantan Anggota DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz yang menuding Anggota DPRD Sumut asal Tapteng, Rahmansyah Sibarani memprovokasi dan tidak memperuncing masyarakat di daerah pemilihannya, terkait perseteruan Gubsu Edy Rahmayadi dengan Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani.

“Atas nama rakyat khususnya pemuda Tapteng, kami sangat bangga punya satu putera daerah terbaik yakni bapak Rahmansyah Sibarani yang bisa duduk bahkan posisi wakil ketua DPRD Sumut.

Kami akan selalu siap mendukung bapak Rahmansyah Sibarani demi berbuat kebajikan untuk masyarakat Tapteng dan Sibolga,”kata Syaf Ryan Tanjung, seorang pemuda mengaku asal Tapteng-Sibolga dalam pernyataannya diterima wartawan di Medan, Kamis (2/1/2020).

Ryan yang didampingi para rekannya, abang becak dan buruh kasar itu mengatakan, pernyataan Muhri Fauzi yang terkesan memprotes pernyataan Rahmansyah Sibarani saat menjalani agenda reses wakil rakyat, sangat tidak beralasan.

“Perlu pak Muhri Fauzi ketahui bahwa agenda reses pak Rahmansyah Sibarani saat ke Tapteng-Sibolga lalu, duluan dilaksanakan beberapa hari sebelum perseteruan gubernur dengan pak bupati.

Ada beberapa hari setelah reses, barulah terjadinya perseteruan tersebut,sehingga kami sangat heran kenapa pak Muhri Fauzi bicara sesuka hatinya begitu,”katanya.

Pada kesempatan itu, Ryan juga menyangkal pernyataan Muhri Fauzi soal Mesjid Agung Barus.

“Pak Muhri Fauzi sebagai mantan anggota dewan seharusnya bisa membedakan pernyataan pak Rahmansyah Sibarani soal Masjid Agung Barus. Sebab yang kami ketahui pembangunan masjid tersebut sudah ditampung di APBD Sumut yakni lewat Bansos.Mungkin yang dimaksudkan pak Rahmansyah Bansos bukan BKP,”bebernya.

Ryan mengaku heran terhadap pernyataan Muhri Fauzi yang kesannya meributi dan tidak tahu soal alokasi pembangunan Masjid Agung Barus tersebut, sudah dibahas di DPRD Sumut bahkan dipimpin langsung saat Ketua DPRD Sumut dijabat Wagirin Arman.

“Seharusnya sebagai umat muslim kita mendukung pembangunan masjid tersebut, apalagi ada kaitannya dengan sejarah perkembangan masuknya Islam. Pembangunan masjid itu merupakan aspirasi masyarakat, sehingga wajar hingga kini kami mempertanyakannya apa kendala belum terealiasi,”bebernya sembari menambahkan warga juga mempertanyakan apakah dana BKP ada juga disalurkan ke daerah.

Lebih lanjut Ryan juga mengaku kalangan masyarakat Tapteng-Sibolga sangat mendukung pernyataan Rahmansyah Sibarani, meminta Gubsu tidak pilih kasih dalam mengalokasikan pembangunan di daerah Sumatera Utara. Sehingga Ryan mengaku heran atas protes disampaikan Muhri Fauzi atas pernyataan disampaikan Rahmansyah Sibarani.

“Padahal setahu kita pak Muhri Fauzi saat menjadi anggota dewan lalu, pernah juga bahkan aktif berkomentar mengkritisi Gubsu. Kalau tidak salah bisa dilihat di Google, soal pernyataannya yang meminta gubernur jangan menganak-tirikan Langkat. Apakah pak Muhri Fauzi lupa dengan pernyataannya, lantas apakah beda pilih kasih dengan menganak-tirikan?,”tanyanya.

“Begitu juga kita masih ingat bahwa pak Muhri Fauzi juga pernah mengkritisi tajam soal pak Gubernur Edy Rahmayadi. Bahkan pak Muhri Fauzi, sebagaimana komentarnya kita baca menyikapi pernyataan Edy Rahmyadi tersebut masih belum menunjukkan sebagai pemimpin sejati,”tukas Ryan.

Untuk itu, Ryan bersama kalangan masyarakat Tapteng-Sibolga berharap kepada Rahmansyah Sibarani yang kini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Sumut agar segera melaporkan Muhri Fauzi Hafiz, atas tudingannya menyatakan memprovokasi warga.

“Kami berharap kepada pak Rahmansyah Sibarani tetap menjalankan tugasnya dan tegas dalam memperjuangkan aspirasi rakyat,”kata Ryan yang mengaku warga biasa dan tidak tamat sekolah ini.

Sebelumnya, Muhri Fauzi Hafiz mengatasnamakan Ketua Perkumpulan Masyarakat Demokrsi14 (PeDe’14) Sumatera Utara di sejumlah media meminta Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani jangan memperuncing polemik antara Gubsu Edy Rahmayadi dengan Bupati Tapteng Bakhtiar Sibarani melalui pernyataan yang tidak substansif.

“Sebagai pimpinan kelembagaan DPRD, pernyataan Rahmansyah Sibarani justru dapat memicu munculnya polemik baru yang dapat menggangu kinerja pemerintah dalam upaya membangun Sumatera Utara”,ujar Muhri Fauzi Hafiz, Minggu (22/12/2019).

Pernyataan Rahmansyah Sibarani yang mengaitkan soal Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) dengan perolehan suara pasangan ERAMAS pada Pilgubsu lalu, di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menurut Muhri Fauzi Hafiz, berbau provokatif. Apalagi, Rahmansyah Sibarani menyinggung soal BKP pembangunan Masjid Raya di Barus dan pemugaran sumur Nomensen di Barus Utara.( SB/01)