Produksi Hanya Penuhi 40% dari Kebutuhan, Sumut Masih Kekurangan Bawang Merah

sentralberita|Medan~Musim kemarau yang terjadi di Jawa, khususnya di Brebes berimbas pada ketersediaan bawang merah di Sumatera Utara. Di provinsi ini pun, produksi bawang merah belum memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat dan karenanya harus didatangkan dari luar. Biarpun kekurangan, bawang merah adalah komoditas yang bisa disubtitusikan ke bawang putih dan bawang bombay.

Usai inspeksi mendadak di Pasar Petisah dan Brastagi Supermarket, Sekda Provsu, R. Sabrina mengatakannya kepada wartawan. Dijelaskannya, selama ini bawang merah yang didatangkan ke Sumut berasal dari Brebes karena produksi lokal baru 40 persen kebutuhan.

“Selebihnya kita masukkan dari Brebes. Sebenarnya (itu wajar), kalau semuanya dari kita, tidak ada yang disebut perdagangan,” katanya. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara, Zoni Waldi mengakui bahwa bawang merah untuk di Sumut masih kekurangan. Namun demikian, dia tidak merinci angka stok dan juga kekurangannya. Namun demikian, menurutnya, bawang merah adalah salah satu komoditas yang bisa disubtitusi dengan bawang putih ataupun bawang bombayi. 

“Kalau kurang, kita datangkan dari Brebes, Jawa Tengah. Tapi kan di sana kondisinya, cuacanya sedang kemarau kemarin. Jadi produksinya menurun. Ini baru ini saja, tahun lalu tidak,” katanya. 

Mak Pak Kim, warga Jalan Masjid, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat mentatakan, mengenai kebutuhan bawang merah sebenarnya masyarakat bisa mengatasinya sendiri dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya. Tidak peduli seberapa luas. 

Dia sendiri sudah melakukannya. Dia memanfaatkan lahan terbatas di lantai lima, rumah tokonya untuk menanam bawang merah. Penanaman bawang merah menggunakan media tanam polibag. Dalam 1×1 meter2, dia bisa menghasilkan 3 kg bawang merah setiap kali panen.

“Nanam bawang merah ini tidak susah. Asal mau saja. Ini saya di lantai lima, pake polybag. Hanya 2-3 bulan saja, sudah panen,” katanya. (SB/01)