Penderita Hidrosefalus di Madina Operasi Kalenjer Otak, Butuh Bantuan Dermawan

sentralberita|Madina~Keisya Mumtazah Nasution merupakan seorang anak perempuan yang masih berusia sekitar tiga tahun enam bulan sedang menderita penyakit berbahaya Hidrosefalus

Keisya anak dari keluarga miskin pasangan Saparuddin Nasution (32 Tahun) dan Nur Jamiah Rao (28 Tahun) warga Desa Aek Garingging Kecamatan Lingga Bayu, kini sedang berjuang keras mempertahankan hidupnya menjalani operasi di Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina (Yarsi) Bukit Tinggi Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Saat ini Keisya diberangkatkan ke Rumah Sakit Swasta RSI Ibnu Sina atau dikenal namanya RSI Yarsi beralamatkan di Jalan Sudirman, Sapiran Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh Kota Bukit Tinggi Provinsi Sumbar sekira pukul 16:15 Wib pada kamis (10/10/2019).

Keberangkatan Keisya Mumtazah Nasution dengan menggunakan mobil pribadi disewa oleh orang tuanya dengan harapan penyakit anaknya yang sejak sejak tiga tahun silam mendapat kesembuhan.

Selain didampingi oleh kedua orangtuanya, juga ditemani dua orang Aktifis Pantai Barat warga Kecamatan Lingga Bayu, berjiwa sosial, dan sangat peka terhadap kesusahan sesamanya.

Kedua Aktifis tersebut yang selalu aktif membantu orang tua Keisya dalam berjuang untuk kesembuhan si penderita Hidrosefalus ini ialah Zulpikli Nasution selaku Wakil Ketua Karang Taruna Kecamatan Lingga Bayu, dan Muhammad Sudirmin Nasution yang merupakan seorang penggiat sosial serta aktif sebagai Jurnalis.

Hal itu diceritakan Saparuddin selaku Ayah Kandung Keisya kepada sentralberita.com melalui selularnya pada sabtu malam (12/10/2019).

Dijelaskan Saparuddin, keberangkatannya bersama Keisya kali ini membawa Surat Rujukan dari RSUD Panyabungan dengan rekomendasi “Bedah Syaraf”, yang setibanya di RSI Yarsi Bukit Tinggi saat itu sekira Pukul 10:00 Wib pada Jum’at (11/10/2019) langsung mendapatkan sambutan dan pelayanan prima dari para petugas Rumah Sakit Swasta itu dengan menerapkan prosedur.

Saat antrian menunggu giliran nama dipanggil, tepatnya pukul 15:30 Wib nama Keisya pun dipanggil, sebagai pertanda proses awal pemeriksaan pun dimulai, oleh dr.Adam Pribadi,Sp.BS yang melakukan pendalaman atas penyakit yang diderita Keisya, saat sekitar Pukul 20:00 Wib, selanjutnya Keisya dibawa ke Ruang Rawat Inap Kelas III sesuai dengan fasilitas BPJS yang digunakannya, ucap Saparuddin.

Lebih rinci disampaikan Ayah dari Anak yang malang itu, keesokan harinya pada sabtu (12/10/2019) pukul 12:30 Wib, tim medis membawa Keisya menuju ruang operasi untuk melaksanakan Operasi Kalenjer Otak di Kepalanya, sebagai bentuk penanganan lebih lanjut yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit.

Operasi ini, merupakan yang pertama kalinya bagi anak kami Keisya Alhamdulillah telah berjalan lancar, dan usai tim medis memastikan saat itu Keisya telah siuman sembari menangis, saat pukul 15:00 Wib, kamipun langsung dipanggilkan oleh tim medis untuk datang melihatnya di ruang operasi, yang kemudian Keisya pun dipindahkan kembali ke ruang rawat inapnya, sebut Saparuddin.

Ditambahkan Saparuddin, selama menjalani perobatan di RSI Ibnu Sina Bukit Tinggi tersebut, merasa sangat puas dengan seluruh pelayanan yang diberikan oleh para petugas, dan sesuai dengan keterangan dr.Adam Pribadi,Sp.BS kepadanya beberapa waktu lalu, bahwa hasil scanning menerangkan ada penggumpalan darah di kepala Keisya.

Muhammad Sudirmin Nasution, seorang Penggiat Sosial, yang aktif sebagai Aktifis di Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPN RI), warga Desa Lobung Kecamatan Lingga Bayu menambahkan, bahwa belakangan ini telah banyak diterima uang sumbangan/bantuan dari para dermawan, sehingga langkah perobatan Keisya telah banyak terbantu.

Zulpikli Nasution selaku Wakil Ketua Karang Taruna Kecamatan Lingga Bayu yang turut aktif bersama rekannya Sudirmin dalam membantu perjuangan Keisya melawan penyakitnya, mempertahankan hidup bersama orang tuanya itu, dia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat membantu meringankan beban pembiayaan pengobatan Keisya, mengingat perjalanan perobatan Keisya yang masih panjang, tuturnya.

Dia meminta, salurkan bantuan kita melalui Bank BRI dengan Nomor Rekening 5336-01-010728-53-1 atas nama Nur Jamiah Rao (Ibu Kandung Keisya), bila terkendala dapat menghubungi telepon selularnya di nomor 0812-6110-5409.

Atau dapat juga dapat disalurkan melalui Rekening BRI Nomor 5336-01-010521-53-1 atas nama Muhammad Sudirmin Nasution, bila ada kendala silahkan hubungi di nomor telepon 0813-7626-4124, 0852-6290-9311, dan/atau 0812-6110-5409, pungkas Zulpikli.

Sudirmin menambahkan, dia baru mendapatkan informasi bahwa Kapolres Madina Bapak AKBP. Irsan Sinuhaji,S.Ik.M.H akan datang berkunjung membesuk Keisya dalam waktu dekat ini.(SB/MAH)