Lagi, Seorang Anak di Madina Diduga Gizi Buruk

sentralberita|Madina~ Dwi Kartika (9 Tahun) anak dari keluarga miskin pasangan Sabar dan Rohana warga Desa Pangkalan Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal (Madina), diduga kuat menderita gizi buruk, setelah lebih kurang selama 2 (Dua) minggu dirawat di Puskesmas Simpang Gambir Kecamatan Lingga Bayu, dia mendadak dirujuk dan diberangkatkan ke RSUD Panyabungan sekira pukul 15:30 Wib pada sabtu (19/10/2019).

Demikian disampaikan Muhammad Sudirmin Nasution yang ikut bersama keluarga pasien Puskesmas Simpang Gambir, kepada sentralberita.com sekira pukul 17:00 Wib sore tadi.

Dijelaskannya, kehadirannya di dalam Mobil Ambulans Puskesmas Simpang Gambir yang difasilitasi oleh kepala Puskesmas saat itu, dia mengawal dan membantu orang tua Dwi Kartika seorang anak perempuan yang sedang demam kejang-kejang itu agar mendapatkan pelayanan dan perawatan yang lebih baik saat di rumah sakit milik Pemerintah Daerah (Pemda) Madina itu nantinya, ujar Sudirmin.

Aktifis LPPN-RI Kabupaten Madina itu mengungkapkan, bahwa berdasarkan keterangan kepala Puskesmas Simpang Gambir dr.Rajamin Nasution, kondisi Dwi Kartika semakin memburuk, saat dia demam lalu mengalami kejang-kejang, dan dari hasil pemeriksaan bahwa berat badannya yang hanya 7 Kilogram itu, dicurigai pasien terkena Gizi Buruk, namun karena keterbatasan Alat-alat ataupun fasilitas Kesehatan yang kurang memadai, sehingga segera dirujuk ke RSUD Panyabungan agar mendapatkan perawatan yang lebih maksimal, ungkapnya.

Disampaikannya dari keterangan orang tua Dwi Kartika yang membutuhkan bantuan biaya perobatan itu, demam kejang-kejang yang dialami Dwi Kartika sebenarnya sejak kecil mulai dari lahirnya, namun karena ketidak mampuan keuangan orang tua anak itu, akhirnya penyakit yang dialami Dwi didiamkan tanpa dilakukan perobat maksimal secara medis, ujarnya.

Mengenai dugaan penyakit gizi buruk yang berkemungkinan dialami kartika, sebenarnya firasat itu ada, hal itu diindikasi dari berat badannya saat ini 7 Kilogram, sementara usianya sudah 9 tahun, ungkap muhammad Sudirmin.

Oleh karena kondisi Dwi Kartika yang sangat memperihatinkan saat ini, kata sudirmin, kami yang telah tiba di RSUD Panyabungan sekira pukul 18:15 Wib tadi, dan langsung mendapatkan pelayanan yang baik dari pihak RSUD Panyabungan ini, dan kini pasien dirawat di Ruang Poly Anak, ujarnya.

Dengan ketidak mampuan orang tua anak itu secara keuangan, diharapkan kepada seluruh masyarakat yang berhati baik yang memiliki jiwa dermawan dimanapun berada, agar kiranya membantu kebutuhan pembiayaan keluarga miskin ini, harap aktifis LPPN-RI itu.

Terima kasih kepada pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Madina yang telah merespon teriakan keluarga miskin dari Kecamatan Lingga Bayu ini dengan membantu pelayanan sesuai kebutuhan kami, sebut Sudirmin, tetapi sangat diharapkan kepada pihak Dinas Sosial agar lebih respon terhadap kondisi masyarakat keluarga miskin yang seperti ini, ucap Dirmin.

Tidak hanya Dwi Kartika, masih banyak lagi selain dia, namun Dinas Sosial tak kelihatan gerakan maupun tanggapannya, termasuk para Wakil Rakyat yang telah resmi sebagai Anggota DPRD Madina, mestinya lebih aktif lagi terhadap keadaan warga masyarakat yang dulu telah memilihnya jadi Anggota Dewan, saat ini sangat diharapkan tampangnya muncul kehadapan anak keluarga miskin ini untuk memberikan dukungan respon pelayanan serta bantuan dan perhatian dari wakilnya, pungkas Muhammad Sudirmin. (MAH)