Kisah Perselingkuhan Kades Hangat Diperbincangkan Masyarakat

Kades HW

sentralberita|Labura~ Kepala desa Halimbe, berinisial W saat ini menjadi topik perbincangan hangat masyarakat khususnya di desa Halimbe dan Kelurahan Bandar Durian. Hal ini berawal saat terbongkarnya kisah asmara perselingkuhan W dengan perempuan yang sudah bersuami.

Salah seorang warga desa Halimbe, D Sipahutar saat dikonfirmasi kru media terkait informasi tersebut mengatakan, memang informasi itu sudah ramai jadi buah bibir masyarakat.

Diceritakannya, hubungan terlarang itu terbongkar saat suami dari selingkuhan kades Halimbe menemukan foto mesra istrinya Leni Boru Hasibuan alias kakak bersama W yang juga karyawan perkebunan PT.Socfindo Aek Pamingke.

Saat itu suami kakak, Supriadi warga Kelurahan Bandar Durian sudah menaruh curiga dengan gelagat istrinya sejak lama. Diam – diam dibukanya ponsel milik istrinya dan ditemukan foto mesra istrinya dengan W.

Sontak suaminya terkejut melihat foto istrinya yang sudah menemaninya sejak lama dalam rumahtangga malah bermesraan dengan W yang juga sudah beristri. Supriadi langsung mengintrogasi istrinya.

Istrinya mengakui hubungan gelapnya dengan Kades Halimbe dan sudah berjalan sekira enam bulan lamanya. Informasi inipun langsung menyebar pada pihak keluarga Supriadi. Pihak keluarga bersama Tokoh masyarakat, Camat Aek Natas Abdul Fattah Siregar, Lurah Bandar Durian, Kades Terang Bulan Ali Bakti Ritonga menjembati masalah tersebut dan berujung pada perdamaian secara kekeluargaan. ujar warga menceritakan.

Rabu 3/10/2019, terpisah saat kru media mengkonfirmasi Camat Aek Natas, Kabupaten Labura, Abdul Fattah Siregar terkait informasi tersebut.

Dikatakan Camat, memang benar apa yang diceritakan masyarakat dan saat ini kasus perselingkuhan Kades Halimbe dengan perempuan yang sudah beristri warga Bandar Durian sudah menjadi buahbibir.

Lanjutnya, sudah ditempuh jalur damai dan dimediasi oleh Lurah Bandar Durian, Kades Terang Bulan serta masyarakat. Sebagai bentuk perdamaiannya Supriadi meminta uang sejumlah Rp 50juta pada W. Kades berjanji untuk menyanggupinya dan sudah menyerahkan sebagian uang tersebut sejumlah Rp 10juta belum lama ini.

Masih kata Camat, untuk perdamaian dan uang tersebut itu urusan mereka. Pastinya kami hanya mempertemukan kedua belah pihak. Memang sangat disayangkan sikap dan tingkahlaku Kades tersebut. Seharusnya menjadi contoh dan panutan masyarakat malah membuat malu dan merusak citra sebagai Kepala desa.Tandasnya.

Sementara saat kru media ini hendak mengkonfirmasi Kades W tak berhasil ketemu kemungkinan besar kades sembunyi karena aib malu dan coba di telepon juga tak aktif. Sama halnya dengan Supriadi juga tak berhasil ditemui dirumahnya. (SB/wan)