Jembatan Terbengkalai Sempat Dipanjat Pelajar Sudah Bisa Dilalui

sentralberita|Madina~Jembatan Natal-Batahan Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara, di Desa Setia Karya Kecamatan Natal pada Perairan Sungai Batang Natal, yang sebelumnya sempat viral di Media Sosial (Medsos) Facebook beberapa waktu lalu, kini telah bisa dilalui.

Jembatan yang menghubungkan Desa Setia Karya dengan Desa Pasar V Natal, Desa Pasar VI Natal, dan Desa Pardamean Baru (Seberang) Kecamatan Natal ini, diakibatkan adanya sejumlah pelajar berasal dari daerah seberang yang terdapat tiga disana, terpaksa harus memanjat dinding jembatan, karena terdesak ingin tiba si sekolahnya masing-masing dengan tepat waktu.

Sekitaran 200 orang pelajar yang merupakan warga Desa Pasar V Natal, Desa Pasar VI Natal, dan Desa Pardamean Baru saat itu tidak menempuh solusi penyeberangan yang menggunakan sampan (perahu) karena arus sungai saat itu sangat deras, sehingga dikhawatirkan berbahaya, padahal lebih berbahaya lagi dilakukan mereka itu dengan memanjat anak tangga darurat yang menempel pada dinding jembatan yang masih terbengkalai saat itu.

Sejumlah celotehan netizen dan para penggiat dunia medsos akibat dipostingnya jembatan yang sedang dipanjat para pelajar yang sedang terisolir saat itu hingga didokumentasikan Wartawan Media ini, merasa berang kepada Pimpinan Madina dan Kontraktor Pelaksana yang terkesan tidak bertanggung jawab atas kontrak pelaksana yang diterimanya, namun terkesan tidak ada penindakan maupun proses lebih lanjut oleh pemerintah terkait jembatan itu terbengkalai.

Sejak hari ini (Minggu) Jembatan dimaksud telah dapat dilalui, karena Kontraktor Pemenang Lelang Proyek Lanjutan Pembangunan Jalan Natal-Batahan sebagai Akses Lintas Nasional menuju Pelabuhan Internasional Parlimbungan Ketek di Kecamatan Batahan, itu telah memasang jembatan sementara yang berlantaikan kayu, kerangka besi, yang dikerjakan oleh sekelompok orang berpakaian loreng tentara.

Pemasangan jembatan sementara oleh Kontraktor Jalan untuk kepentingan menyeberangkan bahan material proyek jalan itu, dikabarkan jembatan itu namanya Jembatan Belly, yang disewa selama dua bulan dari pihak Denzipur 2/PS dan pemasangannya pun diserahkan kepada Zipur tersebut.

Pihak yang memasang Jembatan Belly kepunyaan Denzipur 2/PS dengan sewa pemakaian selama dua bulan itu merupakan pihak berkepentingan selaku kontraktor pelaksana proyek Lanjutan Pembangunan Jalan Natal-Batahan guna kelancaran pengiriman bahan material proyeknya.

sentralberita.com, , Minggu (26/10/2019) yang memantau di lokasi proyek tersebut melihat tidak ada nampak terpasang Plank Proyek atau Papan Informasi Proyek.

Aktifis LPPN-RI Muhammad Sudirmin Nasution mengaku sangat kecewa terhadap Pemerintah Daerah Madina yang terkesan lemah dalam pengawasan terhadap pengerjaan proyek yang ada di wilayah Pantai Barat Madina ini, termasuk terhadap pengawasan Jembatan dan Jalan Natal-Batahan yang kini menjadi konsumsi serta bahan perhatian publik.

“Pengawasan terhadap pelaksanaan maupun pengerjaan proyek mestinya memang harus ketat, sebab pengawasan itu adalah kunci suksesnya penggunaan uang rakyat pada pembangunan yang seyogianya sangat dibutuhkan oleh masyarakat secara umum, termasuk seperti Pembangunan Jembatan dan Jalan Natal-Batahan di Kecamatan Natal yang kini menjadi konsumsi serta menjadi bahan perhatian serius oleh publik yang terindikasi akibat lemahnya pengawalan ketat dari pihak Pengawas yang ditugaskan Pemda, sehingga para kontraktor pun terkesan bebas berbuat seenaknya”, ujar kepada sentralberita.com.

Ditegaskannya, secara umum pelaksanaan proyek pembangunan yang ada di wilayah Pantai Barat Madina seolah sangat lemah pengawasannya, bahkan diduga yang “dikemahkan”.

Karena itu, diminta kepada pihak yang berwenang seperti BPK, KPK, dan BPKP untuk melakukan pengauditan terhadap pelaksanaan Pembangunan Jembatan Natal-Batahan, mengingat kekecewaan masyarakat dan totalitas anggaran yang telah dikucurkan pada proyek tersebut, harap Sudirmin Nasution. (MAH)