IMA-Tabagsel Geruduk Kantor Kejatisu, Minta Bupati Madina Ditetapkan Tersangka

sentralberita|Madina-Sumut ~Seratusan massa yang tergabung di Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan (IMA-Tabagsel) geruduk Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) di Jalan AH.Nasution Medan agar Jaksa segera menetapkan Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution sebagai Tersangka.

Menurut Wildan Lubis selaku Ketua DPP IMA-Tabagsel, Kamis (3/10/2019, unjuk rasa menuntut Bupati Madina ditetapkan sebagai tersangka pada Perkara Dugaan Korupsi Pembangunan Mega Proyek Taman Raja Batu dan Tapian Siri-Siri Syariah yang menggunakan Anggaran Kegiatan Tahun 2016 dan Tahun 2017 di Komplek Perkantoran Payaloting Panyabungan, yang saat ini kasus tersebut sedang ditangani pihak Kejatisu.

Massa berunjuk rasa sebahagian memakai kaos oblong berwarna putih yang bertuliskan, “Tangkap Bupati Madina, Ulang Pabiaso Margabus dan lain sebagainya”, sedangkan sebahagiannya lagi membawa dua buah spanduk berukuran ± 5 Meter, beberapa kertas karton, dan bendera merah putih serta beberapa bendera IMA-Tabagsel, ujarnya.

IMA-Tabagsel dalam aksinya yang menghunjuk Wildan Lubis dan Rahman Simanjuntak sebagai Orator, saat itu sebahagian massa yang sempat memaksa masuk ke kan antor Kejatisu dengan cara menaiki pagar, namun massa kembali tertib dan damai setelah Asisten Pidana Khusus Kejatisu Irwan Sinuraya melayani massa yang menyampaikan aspirasi, kata Wildan.

Pendemonstrasi dalam orasinya menyatakan, bahwa Bupati Madina yang dituntut agar segera ditetapkan sebagai tersangka karena diduga kuat Dahlan Hasan Nasution Inisiator Pembangunan Mega Proyek Taman Raja Batu dan Tapian Siri-Siri Syariah yang ada di Komplek Perkantoran Payaloting Panyabungan.

Dugaan Bupati Dahlan Hasan Nasution sebagai Inisiator Pembangunan Mega Proyek TRB dan TSSS tersebut merupakan hasil kajian dari berbagai dasar dan alasan yang dianggap patut dipercaya untuk digunakan Kejatisu sebagai bahan pertimbangan serta dapat dijadikan sebagai Kekuatan Jaksa menyeret Bupati Madina jadi Tersangka, ungkap Wildan Lubis.

Alasan dan Indikasi dasar yang menguatkan IMA-Tabagsel untuk menduga Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution sebagai Aktor Intelektual atas Pembangunan Mega Proyek TRB dan TSS di Komplek Perkantoran Paya Loting, hal itu dapat diperhatikan pada sebahagian redaksi Surat Dakwaan Perkara Nomor:53/Pid.Sus-TPK/2019/PN Mdn (Proses persidangan oleh Pengadilan Negeri Medan sudah terlaksana kamis 3-10-2019).

“Trb dan TSSS merupakan gagasan Bupati Mandailing Natal dan pengerjaannya adalah berdasarkan perintah Bupati Mandailing Natal serta Bupati juga memerintahkan memasukkan beberapa paket kegiatan yang akan dibangun tersebut kedalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPPA SKPD) Tahun 2016 dan Tahun 2017 lalu”, sebagaimana tertulis dalam Surat Dakwaan Perkara Nomor:53/Pid.Sus-TPK/2019/PN Mdn, sebut Bayo Lubis itu.

Selain itu juga dapat diamati dari data dokumentasi Foto-foto Bupati Madina saat masa pengerjaan Mega Proyek Pembangunan TRB dan TSSS sedang berlangsung nampak Dahlan Hasan Nasution sangat antusias, serta sejumlah Pemberitaan di Media Massa, yang kebanyakannya menyebut bahwa TRB dan TSSS adalah Karya Bupati Madina, dan Maklumat Bupati Mandailing Natal Tahun 2018 pada poin ketiga, ujar Wildan.

Sebagai dasar atau landasan hukum, sebutnya, bahwa KUHP Pasal 55 ayat (1) berbunyi, “Dipidana sebagai pelaku tindak pidana: mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan”, dan diperkuat dengan Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999, Pungkas Wildan Lubis.

Masih Wildan, patut secara hukum Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution ditetapkan sebagai Tersangka atas Perkara Dugaan Korupsi Pembangunan Mega Proyek Taman Raja Batu dan Tapian Siri-Siri Syariah yang berlokasi di Komplek Perkantoran Payaloting Panyabungan, ungkap Ketua DPP IMA-Tabagsel itu.

Menanggapi aksi massa IMA-Tabagsel, Aspidsus Kejatisu Irwan Sinuraya yang menerima perwakilan massa untuk berdialog, ia mengaku sudah memanggil Bupati Madina sebanyak dua kali, melalui prosedur pemanggilan yang disampaikan lewat Gubernur Sumatera Utara, dan selanjutnya Aspidsus akan segera melakukan pemanggilan yang ketiga untuk Bupati Madina tersebut, jelasnya menerangkan yang disampaikan Aspidsus kepada massa.

Selain itu, Aspidsus juga meminta kepada massa mahasiswa agar turut mengecek ke kantor Gubernur Sumut apakah surat pemanggilan untuk Bupati Madina itu telah disampaikan kepada yang bersangkutan atau belum, dan nanti terhadapnya akan dilakukan pemeriksaan serta penelitian lebih lanjut, bahkan menggali alasan yang membuat Bupati tidak datang sebagai bahan kajian lebih jauh, papar Wildan Lubis. (MAH)