Ekonomi Global Picu Turunnya Kinerja Perbankan Sumut

Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Kepala KPw BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat dan Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Yusup Ansori melepas ‘Medan Bankers Fun Bike 2019’ di halaman Kantor BI Jalan Balai Kota Medan Minggu (27/10).

 sentralberita|Medan~Situasi ekonomi global maupun ekonomi Indonesia yang memang belum begitu baik ternyata memicu kinerja perbankan di Sumatera Utara pada tahun 2019 mengalami sedikit penurunan jika dilihat dari sisi intermediasinya.      

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw BI Sumut) yang juga Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), Wiwiek Sisto Widayat mengatakan hal itu pada pembukaan ‘MedanBankers Fun Bike 2019’ di halaman Kantor BI Jalan Balai Kota Medan Minggu (27/10).
   

“Kita tunggu PDRB triwulan ketiga seperti apa, tetapi  memang kelihatannya tidak seperti yang kita harapkan,” ungkap Wiwiek.
   

Kemungkinan bisa lebih rendah dibanding triwulan kedua yang bisa tumbuh di angka 5,25 persen. BI kemarin juga telah menurunkan 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) yang sejak posisi  September 2019 sebesar 5,25 persen. Sejak Juli-September, BI telah menurunkan sebanyak 4 kali BI-7DRRR. Juli turun 25 bps jadi 5,75 persen, Agustus turun lagi 26 bps jadi 5,50 persen dan September turun lagi 25 bps jadi 5,25 persen.
   

Menurut Wiwiek, bisa dibayangkan BI7DRRR telah turun satu persen dimana Rapat Dewan Gubernur sudah menurunkan BI7DRRR sebesar 0,25 sebanyak tiga kali. Harapannya itu bisa menjadi  prosiklikal dari kebijakan moneter yang ingin mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kalau untuk acara sepeda santai ini, jelas wiwiek, merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar teman-teman perbankan serta lebih saling mengenal. Awalnya kami targetkan peserta sebanyak 500 orang, namun antusias teman-teman perbankan sangat luar biasa hingga menembus lebih dari 650 orang dengan jarak tempuh lintasan15 km.   

Ia menuturkan, acara Medan Bankers Fun Bike 2019 merupakan yang pertama kalinya di Medan. Pihaknya akan menjadikan kegiatan tersebut menjadi agenda rutin tahunan.   

Sementara, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang sangat baik dan positif. Karena bisa menjadi salah satu hiburan olahraga bagi peserta untuk melepaskan penat setelah selama sepekan bekerja.    

“Apalagi bagi pihak perbankan yang sering melakukan hitung-hitungan angka. Salah sedikit saja tentu akan menjadi satu persoalan yang luar biasa. Inilah salah satu hiburan untuk membangkitkan semangat bagi diri kita yang akan kembali lagi bekerja pada hari Senin,” tandasnya. 

Ia juga berharap, pihak perbankan di Sumut bisa menjadi motor penggerak ekonomi sebab saat ini pendapatan di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh perbankan meski prioritas utama adalah kebijakan leader atau pemimpin.
     

“Ke depannya, Pemprov Sumut akan memprioritaskan untuk mendatangkan investor ke Sumut serta mengembangkan sektor pariwisata. Kedua sektor ini yang harus kita kejar agar dapat menggenjot perekonomian Sumut menjadi lebih maju lagi,” tutupnya. (SB/wie)